SAKAMENANEWS.COM, AMBON – Di tengah berbagai tantangan dalam dunia pendidikan, Walikota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si, menegaskan bahwa hubungan antara sekolah dan media harus dibangun dengan terbuka dan profesional. Dalam pertemuan dengan para kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Ambon di Hotel Manise, Rabu (26/3/2025), Walikota menekankan bahwa pers adalah mitra, bukan lawan.
“Jangan pernah melihat media sebagai musuh. Justru sebaliknya, kita harus menjadikan mereka teman diskusi dan mitra kerja, karena mereka memiliki peran penting dalam mengawasi dan mendorong perbaikan pelayanan publik, termasuk pendidikan,” ujar Walikota dengan tegas.
Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas berbagai pemberitaan negatif terkait pengelolaan dana BOS, pungli, serta kebijakan pendidikan di Kota Ambon yang sering menjadi sorotan media. Beberapa kepala sekolah selama ini merasa bahwa media terlalu tajam dalam kritiknya, tetapi Walikota mengingatkan bahwa peran pers adalah untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau ada berita yang kurang tepat, jangan lari atau malah menghindari wartawan. Jelaskan fakta yang sebenarnya. Kalau ada kritik yang disampaikan, anggap itu sebagai masukan untuk perbaikan. Media bukan untuk menjatuhkan kita, tetapi membantu kita mengetahui masalah-masalah yang mungkin tidak terlihat,” lanjutnya.
Beliau juga meminta para kepala sekolah untuk aktif menjalin komunikasi dengan media dan tidak menutup diri dari kritik. “Lebih baik kita tahu masalahnya sekarang daripada nanti muncul sebagai skandal besar di publik. Kalau ada yang kurang jelas, sampaikan ke saya atau dinas pendidikan, jangan malah menutup-nutupi,” tambahnya.
Pentingnya Keterbukaan dalam Pengelolaan Anggaran
Walikota menyoroti bahwa salah satu aspek yang sering menjadi perhatian media adalah pengelolaan anggaran sekolah, terutama dana BOS. “Jika kepala sekolah mengelola dana BOS dengan benar dan transparan, maka tidak perlu takut dengan pemberitaan. Yang penting, setiap rupiah yang digunakan harus jelas pertanggungjawabannya,” katanya.
Beliau juga mengingatkan bahwa media sosial saat ini sangat berpengaruh dan bisa menjadi bumerang jika sekolah tidak bersikap transparan. “Saya sering lihat di TikTok dan Facebook, ada keluhan dari orang tua soal pungutan liar di sekolah. Kalau berita seperti ini sampai viral, dampaknya bisa sangat besar. Maka dari itu, sekolah harus menjelaskan kebijakan mereka dengan baik dan melibatkan media untuk menyampaikan informasi secara benar,” jelasnya.
Kepala Sekolah Harus Proaktif Berkomunikasi
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Ambon, Walikota meminta seluruh kepala sekolah untuk lebih aktif dalam menyampaikan program-program sekolah kepada publik melalui media. “Kalau sekolah punya prestasi, sampaikan ke media. Kalau ada inovasi baru, informasikan. Jangan hanya berita negatif saja yang muncul,” katanya.
Beliau berharap dengan adanya hubungan yang lebih erat antara sekolah dan pers, maka kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan di Kota Ambon bisa meningkat. “Transparansi dan keterbukaan itu penting. Kita harus bekerja sama dengan media untuk memastikan bahwa pendidikan di Kota Ambon semakin baik dan berkualitas,” tutupnya.
Penulis : Weyber Pagaya,SH








