SAKAMENA NEWS – Maluku Tengah kembali diguncang bentrokan antar pemuda yang melibatkan warga Desa Tial dan Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, pada Senin (31/3/2025) sore. Insiden ini mengakibatkan seorang pemuda dari Tulehu meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka berat.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya, mengungkapkan bahwa konflik dipicu saat tiga pemuda Tulehu—JM, RO, dan AS—melintasi Dusun Salameti di Desa Tial. Saat ditegur oleh pemuda setempat berinisial SL, ketiganya turun dari motor dan menyerang SL dengan senjata tajam.
“Setelah SL mengalami luka akibat serangan tersebut, warga Tial yang melihat kejadian langsung mengejar para pelaku hingga ke Dusun Naya, menyebabkan bentrokan yang tak terhindarkan,” jelas Kapolresta pada Selasa (1/4/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Korban Bentrokan:
- Meninggal Dunia: RO (warga Tulehu)
- Luka Berat: SL (warga Tial) yang saat ini dirawat di RS dr Leimena, Ambon.
- Luka Berat: JM dan AS (warga Tulehu), sempat tertahan sebelum akhirnya dievakuasi.
Situasi sempat memanas ketika warga Tial menuntut kepastian kondisi SL sebelum membiarkan pemuda Tulehu yang tertahan dievakuasi. Mereka bahkan mengancam akan melakukan tindakan lebih lanjut jika SL tidak selamat.
Untuk menghindari eskalasi lebih lanjut, sembilan warga Tulehu yang sedang berada di Desa Tial juga diamankan demi keselamatan mereka. Setelah kondisi mereda, ketiga pemuda Tulehu yang terluka akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 19.50 WIT dengan pengawalan dari Brimob Polda Maluku.
Pengamanan Diperketat, Blokade Jalan Dibuka

Sebagai langkah antisipasi bentrokan susulan, aparat kepolisian mengerahkan 300 personel gabungan yang terdiri dari:
- 80 personel Polresta Pulau Ambon
- 70 personel Brimob Polda Maluku
- 61 personel Samapta Polda Maluku
- 22 personel Ditkrimum
- 11 personel Intelkam
- Ditambah dukungan dari Kodim dan Denkav
Jalan yang sebelumnya sempat diblokir oleh warga Tial kini telah dibuka kembali setelah adanya intervensi dari pihak kepolisian. “Kami memastikan bahwa akses jalan sudah bisa dilalui dan situasi telah kembali terkendali,” kata Yoga.
Gubernur Maluku dan Kapolda turun langsung ke lokasi untuk menemui para tokoh agama dari kedua desa dalam rangka membahas solusi damai atas konflik ini. Kepolisian juga mengimbau warga agar tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian kasus ini kepada pihak berwenang.
Saat ini, aparat keamanan terus bersiaga untuk mencegah kemungkinan bentrokan lanjutan serta memastikan ketertiban di wilayah tersebut tetap terjaga.
Penulis : Weyber Pagaya,SH








