Rauf Pelu, SH: HL Bekerja untuk Maluku, Bukan untuk Keluarga atau Kelompok Tertentu

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAKAMENA | Ambon – Sejak dilantik, pasangan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath (AV) terus menjadi sorotan publik. Isu-isu politik, birokrasi, hingga arah pembangunan provinsi kerap berkembang liar di ruang publik. Menanggapi hal itu, Juru Bicara Lawamena, Rauf Pelu, SH., memberikan klarifikasi sekaligus penegasan bahwa kepemimpinan HL–AV adalah kepemimpinan untuk seluruh rakyat Maluku, bukan untuk kelompok, keluarga, atau kepentingan tertentu.

“HL tidak pernah berpikir untuk kolega, keluarga, ataupun orang dekat. Tidak ada itu di benaknya. Yang ada hanya untuk Maluku Pung Bae,” tegas Rauf dalam keterangannya kepada SAKAMENA.


Jangan Terprovokasi Isu Retaknya HL–AV

Belakangan ini muncul isu retaknya hubungan HL–AV, bahkan kabar tentang dominasi kelompok tertentu dalam birokrasi. Menurut Rauf, semua itu adalah penyesatan opini yang sengaja dimainkan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu penyesatan. HL akan tetap bekerja untuk Maluku Pung Bae. Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan. HL tidak bekerja untuk kelompok tertentu saja, atau dominasi satu kelompok tertentu dalam birokrasi. Beliau bekerja untuk Maluku secara keseluruhan,” tegasnya.

Rauf juga mengingatkan bahwa Lawamena sejak awal dibangun di atas fondasi keberagaman. “Di tim sukses HL ada muslim dan kristiani. Ada orang Seram, Kei, Tanimbar, Tenggara, sampai Banda. Demikian pula di AV. Jadi prematur kalau ada yang bilang HL dan AV retak hanya karena urusan birokrasi. Justru mereka menunjukkan bahwa Maluku bisa bersatu dalam keberagaman,” kata Rauf.


Efisiensi Anggaran: Penundaan Utang Rp700 Miliar

Salah satu langkah monumental HL adalah keberhasilan menunda pembayaran utang Provinsi Maluku sebesar Rp700 miliar yang semestinya jatuh tempo tahun 2025, namun berhasil diperjuangkan hingga 2027.

“Kalau tidak diperjuangkan, Provinsi Maluku harus bayar Rp137 miliar per tahun atau sekitar Rp11 miliar per bulan. Bayangkan, dengan kondisi fiskal seperti ini, provinsi bisa lumpuh. Ini kehebatan seorang gubernur yang berani melakukan pendekatan ke pusat,” jelas Rauf.

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar soal angka, tetapi tentang kemampuan menyelamatkan ruang fiskal daerah agar bisa dipakai untuk program yang langsung menyentuh rakyat.

Baca Juga :  MALUKU TANAH AIR-KU Balayar di Tengah Badai, Susah Paskali, Tapi Harus Jalan!

Tiga Proyek Strategis Nasional (PSN): Lompatan Besar untuk Maluku

Di tengah keterbatasan fiskal, HL–AV justru berhasil melobi pemerintah pusat untuk menghadirkan tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) di Maluku.

  1. Maluku Integrated Port di Waisarisa, SBB – Sebuah pelabuhan terintegrasi berskala internasional yang akan menjadi simpul logistik dan perdagangan di kawasan timur Indonesia. Proyek ini diproyeksikan membuka puluhan ribu lapangan kerja serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maluku.
  2. Bendungan Waiyapo di Pulau Buru – Infrastruktur vital untuk ketahanan pangan dan air bersih. Bendungan ini akan memperkuat sektor pertanian, perikanan, sekaligus energi listrik, memastikan Pulau Buru menjadi pusat pangan Maluku.
  3. Blok Masela di Kepulauan Tanimbar – Maluku Barat Daya (KKT–MBD) – Proyek energi berskala global yang akan membawa Maluku ke peta industri migas dunia. Dengan nilai investasi raksasa, Blok Masela diproyeksikan memberi kontribusi besar pada pendapatan daerah dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Ketiga PSN ini adalah prestasi besar Lawamena. Kalau proyek-proyek ini berjalan, Maluku akan mengalami lompatan pembangunan yang signifikan, dari sektor transportasi, pangan, hingga energi. Ini sejarah baru untuk Maluku,” ujar Rauf penuh keyakinan.


Prestasi Non-PSN: Bukti Lobi dan Kerja Nyata

Selain PSN, HL–AV juga mencatat sederet keberhasilan lain hasil lobi pusat maupun terobosan kebijakan daerah:

  • Jalan Lingkar Teluk Ambon, hasil lobi ke Kementerian PUPR, akan mengurai kemacetan dan memperlancar konektivitas ekonomi di ibu kota provinsi.
  • Sekolah Rakyat, bukti perhatian pada pendidikan rakyat kecil, membuka akses pendidikan di daerah terpencil.
  • Subsidi 2.000 Rumah, sebagai wujud nyata keberpihakan pada masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Reformasi Kebijakan Perikanan, yakni larangan transhipment (alih muat) di laut, mewajibkan alih muat di pelabuhan agar nilai tambah ekonomi tetap tinggal di Maluku.
  • Kerja Sama Bank DKI dan Bank Maluku, sebuah terobosan untuk memperkuat dukungan fiskal dan finansial pembangunan, sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih luas untuk rakyat.

“Semua ini adalah bentuk nyata dari cara kerja HL–AV yang bukan hanya bicara infrastruktur besar, tapi juga kebutuhan dasar rakyat: rumah, sekolah, jalan, dan kerja,” ujar Rauf.


Investasi Abaka di SBB: Contoh Kepemimpinan HL-AV

Rauf juga menyinggung polemik di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terkait rencana investasi PT SIM untuk pengembangan pisang abaka. Menurutnya, kebijakan keliru di tingkat kabupaten sempat memicu penolakan, tetapi HL turun tangan dan segera meluruskan persoalan itu.

“HL tidak membiarkan peluang itu hilang. Beliau mendorong agar investasi pisang abaka tetap berjalan. Karena ini menyangkut lapangan kerja, kesejahteraan petani, dan masa depan ekonomi Maluku,” jelas Rauf.


Asta Cita dan Sapta Cita: Visi Pembangunan Maluku

Rauf menutup keterangannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk mendukung visi besar pembangunan nasional dan daerah.

“Mari semua kita dukung Program Asta Cita dari Presiden Prabowo, dan Sapta Cita dari HL–AV. Ini bukan hanya visi, tapi jalan nyata untuk membawa Maluku keluar dari ketertinggalan menuju kemajuan. Lawamena sudah membuktikan bahwa dengan lobi, kerja keras, dan kesungguhan, Maluku bisa bangkit, karena semuanya dikerjakan untuk Maluku Pung Bae” pungkasnya.

Penulis : Weyber Pagaya,SH

Editor : Tim Redaksi Sakamena News

Berita Terkait

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!
Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah
Aset Nganggur di Maluku Siap Dilelang, BPKAD: Daripada Jadi Beban, Lebih Baik Jadi PAD
Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional
Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!
Dobrak Batas Geografis, Bank Maluku Malut Sebar Agen Laku Pandai 24 Jam Hingga ke Pelosok Desa!
Bank Maluku Malut ‘Tancap Gas’ Lewat SIPD RI, Pembayaran Vendor Pemda Makin Kilat!
Akselerasi Digital: Bank Maluku Malut Integrasikan SIPD RI, Bayar Vendor Pemda Kini Hitungan Menit

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:32 WIT

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:10 WIT

Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:39 WIT

Aset Nganggur di Maluku Siap Dilelang, BPKAD: Daripada Jadi Beban, Lebih Baik Jadi PAD

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:17 WIT

Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:12 WIT

Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!

Berita Terbaru