SAKAMENA, Trans Seram | Maluku Tengah – Senin, 22 September 2025, Jembatan Wai Besi VI yang berada di ruas jalan Saleman – Besi, Pulau Seram, roboh dan memutus jalur trans Seram yang menjadi penghubung penting antara Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur. Jembatan ini dibangun sejak 2001 dan mulai difungsikan pada 2009, sehingga telah berusia 24 tahun ketika akhirnya mengalami keruntuhan.
Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku, Toce Leuwol, ST. MT, dalam keterangan via WhatsApp kepada Sakamena, menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem dan gempa bumi sehari sebelumnya menjadi penyebab utama.
“Sehari sebelum jembatan roboh terjadi hujan deras yang meningkatkan debit sungai, disusul gempa 4,8 SR di sekitar Seram. Dengan usia jembatan yang sudah 24 tahun, getaran gempa memicu kerusakan pada oprit hingga akhirnya runtuh,” ungkap Leuwol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai langkah darurat, BPJN Maluku langsung mengerahkan tim ke lokasi dengan membawa alat berat dan rangka Bailey untuk membangun jembatan sementara pada Minggu 21 September. Kehadiran Kepala BPJN Maluku, Dr. Yana Astuty, ST. MT, bersama Leuwol di titik kejadian menunjukkan keseriusan penanganan.
“Alat berat dan rangka Bailey sudah dimobilisasi, tim terus bergerak cepat agar transportasi kembali normal. Kami tidak ingin aktivitas masyarakat terganggu,” tegasnya.
Penulis : Weyber Pagaya,SH
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








