Ritual Cakalele 2025 Digelar Meriah, Ribuan Peserta Warnai Pelauw

Jumat, 7 November 2025 - 09:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAKAMENA | Malteng – Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, kembali menggelar ritual adat Cakalele (Ma’atenu Pakapita) pada Kamis, 6 November 2025. Mengusung tema “Tumbuh Bersama, Majukan Warisan Budaya”, gelaran ini berlangsung lancar dan aman, diikuti 2.407 peserta serta menyedot perhatian lebih dari 5.000 masyarakat dan tamu undangan, termasuk tokoh penting seperti Pangdam XVI/Pattimura, Kapolda Maluku, dan Wakil Gubernur Maluku.

Ritual Cakalele bukan sekadar pertunjukan, melainkan ritual sakral yang sarat makna spiritual, simbol keberanian, dan jati diri masyarakat Pelauw. Setiap gerakan dan teriakan dalam tarian perang ini menggambarkan semangat perjuangan leluhur serta keberanian masyarakat Pulau Haruku dalam menghadapi masa lalu.


Rangkaian Ritual yang Sakral

Prosesi Cakalele dimulai sejak dini hari. Pukul 05.20 WIT, para peserta keluar dari rumah masing-masing menuju rumah Soa Kecil (rumah adat marga) untuk berkumpul. Ritual dilanjutkan dengan perjalanan berkelompok menuju rumah Soa Besar dan kemudian ke tiga Soa Rumpun utama di Negeri Pelauw: Sahubawa, Tualepe, dan Tualeka.

Pukul 08.45 WIT, peserta menuju lokasi keramat di tiga penjuru: Barat (Keramat Matasiri), Selatan (Keramat Kepala Air), dan Timur (Keramat Wailapia). Di masing-masing lokasi, mereka melakukan ritual inti, termasuk makan bersama, mandi bersih, dan bakar damar. Semua kegiatan ini mencerminkan harmoni antara manusia dan leluhur, sekaligus menjaga keseimbangan spiritual Negeri Pelauw.


Sambutan Meriah untuk Kepala Daerah

Sore hari, kedatangan rombongan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, beserta Forkopimda Maluku menambah kemeriahan acara. Para tamu disambut dengan tarian adat oleh Sanggar Seni dan Budaya Haitanamalatu di pelabuhan Desa Pelauw sebelum bersilaturahmi dengan Raja Pelauw, Bapak Roni Herli Latuconsina.

Puncak acara berlangsung di Baileo Asari mulai pukul 16.05 WIT. Tiga rombongan peserta dari berbagai keramat tiba secara bergantian, menampilkan tarian Cakalele yang gagah berani. Rombongan terbesar berasal dari Keramat Hutan Uarual (Soa Tualeka) dengan 1.205 peserta, disusul Keramat Matasiri (967 peserta) dan Keramat Kepala Air (835 peserta).

Baca Juga :  Ulang Tahun NasDem Jadi Momentum Perkuat Komitmen Politik dan Kebersamaan

Makna dan Tujuan Budaya

Menurut catatan adat, Cakalele merupakan penghormatan kepada leluhur, sekaligus simbol martabat, keberanian, dan semangat persatuan masyarakat Pelauw. Penggunaan senjata tradisional seperti tombak, parang, dan perisai menambah nilai historis dan spiritual, mengingatkan generasi muda akan keberanian para pejuang masa lalu.

Selain fungsi spiritual dan historis, Cakalele juga memiliki nilai ekonomi dan pariwisata. Dukungan penuh dari pemerintah lokal dan antusiasme masyarakat menunjukkan komitmen bersama untuk mengembangkan wisata budaya Pulau Haruku sebagai bagian dari peningkatan perekonomian daerah.


Catatan Khusus

Kegiatan ritual berakhir pukul 17.50 WIT dalam kondisi aman dan lancar. Bagi masyarakat Pelauw, Cakalele bukan sekadar pertunjukan—Cakalele adalah denyut kehidupan, jati diri, dan warisan leluhur yang harus terus dilestarikan.

Masyarakat setempat dan pengunjung diharapkan terus menjaga dan mengapresiasi warisan budaya Maluku, sehingga ritual Cakalele tetap hidup dari generasi ke generasi.


SAKAMENA NEWS – Pelestarian Budaya adalah Tanggung Jawab Kita Semua
#CakalelePelauw #BudayaMaluku #WarisanLeluhur #PariwisataMaluku #PelestarianBudaya #PulauHaruku #IdentitasPelauw

Penulis : EZF

Editor : Tim Redaksi Sakamena News

Berita Terkait

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!
Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah
Aset Nganggur di Maluku Siap Dilelang, BPKAD: Daripada Jadi Beban, Lebih Baik Jadi PAD
Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional
Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!
Dobrak Batas Geografis, Bank Maluku Malut Sebar Agen Laku Pandai 24 Jam Hingga ke Pelosok Desa!
Bank Maluku Malut ‘Tancap Gas’ Lewat SIPD RI, Pembayaran Vendor Pemda Makin Kilat!
Akselerasi Digital: Bank Maluku Malut Integrasikan SIPD RI, Bayar Vendor Pemda Kini Hitungan Menit

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:32 WIT

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:10 WIT

Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:39 WIT

Aset Nganggur di Maluku Siap Dilelang, BPKAD: Daripada Jadi Beban, Lebih Baik Jadi PAD

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:17 WIT

Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:12 WIT

Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!

Berita Terbaru