Sakamenanews.com , Ambon — Fidya F. R. Faraid Sabban, Ketua Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemilih Pemula Depidar SOKSI Provinsi Maluku, tampil anggun namun tegas saat berbicara kepada wartawan di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, kawasan Karang Panjang, Ambon, Jumat (7/11/2025). Dalam suasana politik yang semakin dinamis menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar, Fidya menegaskan keyakinannya terhadap kepemimpinan Rohalim Boy Sangadji (RBS) sebagai sosok yang mampu membawa semangat baru dan keberpihakan nyata terhadap kaum perempuan.
“Puji Tuhan, Alhamdulillah, proses pendaftaran ini sudah selesai. Besok kita masuk ke arena Musda,” ujar Fidya dengan nada penuh optimisme. Ia menilai, RBS bukan hanya figur muda yang berani tampil untuk membawa pembaruan di tubuh Partai Golkar, tetapi juga pemimpin yang memiliki empati tinggi terhadap persoalan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Sebagai tokoh perempuan yang telah lama aktif di sayap organisasi SOKSI, Fidya menyoroti bagaimana RBS menunjukkan sikap terbuka terhadap aspirasi perempuan di lingkungan partai. “Sebagai Ketua Pemberdayaan Perempuan, saya melihat Bang Boy atau Rohalim Boy Sangadji sangat mengakomodir kami. Beliau sangat terbuka dan mau mendengar apapun yang menjadi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh perempuan,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Fidya mengungkapkan bahwa perhatian RBS terhadap isu-isu sosial tidak berhenti pada tataran wacana. Ia menyebut telah ada beberapa bantuan hukum nyata yang diberikan kepada perempuan, khususnya mereka yang menghadapi persoalan keluarga dan pekerjaan. “Ada juga beberapa bantuan hukum yang sudah diberikan kepada para perempuan. Dan ke depan, kami akan lebih concern terhadap isu-isu perempuan di berbagai bidang kehidupan sosial dan politik,” ujarnya dengan nada yakin.
Fidya menilai, komitmen RBS dalam menciptakan ruang partisipasi politik yang setara bagi perempuan merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi Partai Golkar di Maluku. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar simbol politik, tetapi strategi nyata untuk membangun partai yang adaptif, modern, dan responsif terhadap dinamika masyarakat.
“Kami akan terus memberikan peluang seluas-luasnya bagi perempuan-perempuan terbaik yang mempunyai ide dan gagasan untuk masuk dalam organisasi maupun Partai Golkar. Ini saatnya perempuan Maluku berdiri sejajar dan ikut menentukan arah kebijakan partai,” tegas Fidya.
Pernyataan Fidya F. R. Faraid Sabban ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa arus dukungan terhadap Rohalim Boy Sangadji (RBS) tidak hanya datang dari struktur organisasi partai di tingkat DPD II, tetapi juga dari sayap strategis perempuan yang menjadi kekuatan moral dan sosial Partai Golkar Maluku.
Dalam momentum menuju Musda Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2025–2030, kehadiran sosok seperti Fidya menegaskan bahwa semangat pembaruan di bawah kepemimpinan RBS bukan sekadar wacana politik, tetapi gerakan konkret menuju politik inklusif dan partisipatif.
Dengan dukungan penuh dari perempuan-perempuan tangguh Golkar seperti Fidya, Partai Golkar Maluku kini berdiri di persimpangan penting antara melanjutkan tradisi lama atau melangkah maju menuju era politik baru yang lebih terbuka, setara, dan berkeadilan gender.
Penulis : ALAN








