SAKAMENA NEWS, Ambon – Dalam sebuah kegiatan kemasyarakatan, yang diunggah dalam akun Facebook resminya, Walikota Ambon Bodewin Wattimena menyampaikan sambutan yang sarat makna dan harapan bagi masa depan kota ini. Dengan gaya tutur yang khas, ia mengajak seluruh warga untuk bersatu menjaga keamanan dan ketertiban di Ambon demi menarik masuknya investasi yang berdampak pada pengurangan pengangguran dan kemiskinan.
“Katong semua berdoa supaya kota ini bisa ada banyak investasi yang masuk, ada banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modal di kota Ambon, kalau ada berarti akan menambah lapangan kerja, kalau ada maka pengangguran bisa berkurang, kalau ada maka kemiskinan bisa turun, itu harapan Katong semua,” tegas Walikota.
Pernyataan ini memuat pesan sosial yang kuat. Komentar datang dari Dr. Ban Ki-moon, mantan Sekjen PBB, yang dalam pernyataan terdahulu menyatakan, “Perdamaian dan pembangunan ekonomi berjalan beriringan. Tidak ada investor yang tertarik pada daerah yang rentan konflik. Stabilitas adalah mata uang paling berharga dalam dunia investasi.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Walikota menekankan pentingnya menjaga citra kota:
“Nah supaya investasi bisa masuk, mari Katong samua jaga keamanan dan ketertiban di kota Ambon, tidak ada investor yang mau masuk kalau dengar Ambon Kaco, tidak ada investor yang mau masuk kalo dengar Bakalai disini Bakalai disana.”
Ekonom Joseph Stiglitz, peraih Nobel Ekonomi, pernah mengatakan bahwa “Institusi lokal yang stabil dan masyarakat yang kooperatif adalah syarat utama dalam menarik investasi berkelanjutan.” Dalam konteks Ambon, pernyataan Walikota selaras dengan pandangan ini: membangun atmosfer kondusif bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi seluruh warga.
“Yang paling parah lagi, orang Bakalai di kabupaten lain, dong tulis Ambon Kaco, orang Bakalai di tempat lain dong tulis, Ambon bergejolak, yang seng Bae yang Katong dapat terus.”
Dr. Francis Fukuyama, ilmuwan politik ternama, pernah menulis bahwa “Kapital sosial, kepercayaan, norma, dan jaringan masyarakat, menentukan seberapa cepat suatu daerah bisa tumbuh.” Apa yang disampaikan Walikota merupakan seruan untuk membangun ulang kapital sosial Ambon pasca berbagai konflik masa lalu.
Dalam konteks filosofis, Walikota Bodewin sejalan dengan pemikiran filsuf Yunani kuno, Aristoteles, yang berpendapat bahwa “Masyarakat yang baik adalah masyarakat yang setiap warganya merasa memiliki tanggung jawab atas kebaikan bersama.”
“Beta yakin Basudara semua tinggal disini, mau KTP Ambon atau seng, pokoknya su tinggal di Ambon, Katong pung tanggung jawab untuk menjaga kota ini. pastikan bahwa kota Ambon ini Aman, damai, nyaman.”
Sebagai bentuk tanggung jawab kolektif, ia menegaskan bahwa menjaga stabilitas bukan semata tanggung jawab aparat:
“Pihak Kepolisian ada, dong pung tugas berat, Tapi percuma antua dong kerja keras tapi Katong semua seng mendukung.”
Dan akhirnya, panggilan moral untuk menjadi agen perdamaian ditutup dengan harapan yang kuat:
“Sebagai walikota Beta berharap, Katong semua yang hadir hari ini menjadi agen-agen Perdamaian, menyuarakan tentang perdamaian di kota ini supaya, investor masuk sebanyak-banyaknya. supaya ekonomi kota Ambon bertumbuh, lapangan kerja tersedia, pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang, itu baru Katong bilang Ambon yang hebat.”
Pesan ini menjadi semacam deklarasi moral, arah kebijakan, sekaligus refleksi tanggung jawab publik di tengah dunia yang semakin saling terhubung. Ambon membutuhkan ketenangan untuk bisa bertumbuh, dan seruan Walikota Bodewin Wattimena layak menjadi peta jalan menuju masa depan kota yang lebih sejahtera dan bersatu.
Penulis : Weyber Pagaya,SH
Editor : Tim Redaksi Sakamena News
Sumber Berita: Akun Facebook Walikota








