“Dinas Pariwisata Ambon Suguhkan Nostalgia, Bukan Informasi”

Jumat, 9 Mei 2025 - 11:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON—Laporan dari Meja Sakamena: Di tengah semangat Ambon Smart City dan tagline “BetaParAmbon AmbonParSamua”, ternyata Dinas Pariwisata Kota Ambon malah sibuk promosi nostalgia. Bukan nostalgia manis cinta pertama, tapi nostalgia data tahun 2016–2019 yang dibungkus rapi dalam buku baru dengan plastik “niuw” dan cetakan “manyala”.

Dalam event internasional ICHM 2025 yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Unpatti,(Hotel Santika Ambon 8-9 Mei 2025) tamu-tamu dalam dan luar negeri disambut dengan hangat, tapi dengan buku usang bersampul “TABEA Wisata Kota Ambon Manise”.yang di letakkan di meja dekat pintu masuk ruang kegiatan sebelah kiri. Lucunya, kata “TABEA” sendiri adalah jargon dari mantan Wali Kota Richard Louhenapessy yang adalah mantan Wali Kota Ambon yang kini sedang dipidana karena kasus Korupsi. Walikota Richard Louhenapessy tidak bisa kita pungkiri, memiliki jasa besar dalam hal pembangunan pariwisata di Kota Ambon. Namun saat ini sudah sangat tidak relevan karena yang disuguhkan adalah data-data lawas alias data-data nostalgia.

Buku TABEA ini menyajikan lokasi wisata di Kota Ambon yang tampaknya sangat bagus sampulnya namun kayaknya diciptakan untuk wisatawan yang punya mesin waktu. Bahkan dalam salah satu halaman, data “Ambon Dalam Angka” bersumber dari BPS tahun 2016.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari peternakan, perikanan, kesehatan, pendidikan, sampai pariwisata semua memakai data yang mungkin terakhir diperiksa saat tamu-tamu mancanegara ini belum mimpi datang ke Ambon.

Yang bikin tambah ngakak, banyak bermunculan restoran-restoran besar dan cafe-cafe yang menjamur di Kota Ambon salah satu contoh restoran besar seperti Sari Gurih Resto di Lateri yang sudah berdiri megah, tidak masuk dalam daftar. Mungkin karena buku ini dicetak saat tempat itu masih berupa tanah kosong dan rumput liar, dan restoran dan cafe-cafe baru yang menjamur masih berada dalam tahapan mimpi owner-nya.

Baca Juga :  HOROR DI SUMY: Rudal Rusia Hantam Ibadah Minggu, 34 Tewas dan 117 Terluka

Satu lagi karya fenomenal yang disuguhkan Dinas Pariwisata adalah buku saku “Profil Pariwisata”. Tapi isinya bukan profil 2025, melainkan catatan harian tahun 2019. Tidak heran, salah satu tamu dari luar negeri yang membaca buku ini sempat tertawa kecil. Kami belum tahu apakah dia geli atau cuma salah paham, mengira ini bagian dari humor lokal, karena di salah satu lembar buku saku itu masih tertulis imbauan Protokol Kesehatan Covid-19. Lengkap! Cuci tangan pakai sabun, pakai masker, hindari jabat tangan dan keramaian. Terkesan sayang dengan masa lalu pandemi, Dinas Pariwisata seolah berkata, “Yang penting ada protokol, entah relevan atau tidak.”

Padahal saat ini Kota Ambon sudah dapat penghargaan tambahan dari UNESCO sebagai Kota Musik Dunia, dan lokasi Music Tourism telah berkembang lebih dari 10 titik. Salah satu yang terbaru adalah Hutan Musik di Siwang. Tapi di buku “Music Tourism Ambon” yang disuguhkan? Masih data lama. Lokasi 10 biji, tidak ada tambahan apa-apa, masih memakai prestasi penghargaan UNESCO yang pertama, seolah Ambon tidak pernah maju sejak deklarasi pertama.

Buku-buku ini masih terlihat baru, kinclong, dan wangi tinta cetakan. Orang Ambon bilang masih “niuw” Tapi isinya, aduh… lebih cocok dijadikan bahan ujian sejarah ketimbang referensi pariwisata modern.

Ironisnya, Kota Ambon sedang diarahkan jadi Smart City berbasis pariwisata dan UMKM. Ada 17 Program Prioritas ala duet Wali Kota Bodewin Wattimena – Ely Toisutta, tapi dinas pariwisatanya malah sibuk bagi-bagi buku jadul. Seharusnya, update data bukan pakai prinsip “yang penting ada”, tapi harus berdasarkan data BPS terbaru dan realita lapangan.

Baca Juga :  SAATNYA KAWASAN PASAR MARDIKA-BATUMERAH  BERBENAH!

Pertanyaannya: Apakah Dinas Pariwisata Kota Ambon masih hidup di masa kini? Atau sedang terjebak dalam mesin waktu literasi?

Karena yang namanya tamu internasional datang bukan untuk napak tilas, tapi untuk tahu wajah terkini Kota Ambon. Kalau begitu caranya, bisa-bisa tamu-tamu mulai berpikir: jangan-jangan lokasi wisata yang disebut juga sudah berubah jadi kos-kosan.

Sudah dua kali Pj. Wali Kota ganti, sampai PJ. Walikota sudah Jadi Walikota, masa isi buku pariwisata belum juga ganti?  masih pakai buku lama yang masih sempat dijadikan bahan literasi untuk tamu-tamu mancanegara, Naikkan level dong bro!!! jangan cuma cetak, tapi update!!!

Penutup: Semangat Baru untuk Dinas Pariwisata Kota Ambon

Tapi begini: Bukan berarti semuanya harus disesali. Dinas Pariwisata Kota Ambon punya modal besar—budaya, musik, alam, dan masyarakat yang ramah. Tinggal bagaimana literasinya juga ikut ramah terhadap waktu. Buku-buku itu bisa jadi lebih dari sekadar cendera mata, mereka bisa jadi senjata promosi global, kalau saja isinya diperbarui dan dikurasi dengan cerdas.

Mari jadikan kritik ini sebagai vitamin, bukan racun. Beta yakin, dengan niat baik dan semangat kolaborasi, Dinas Pariwisata Ambon bisa jadi garda terdepan promosi wisata yang cerdas, relevan, dan membanggakan.

Karena Ambon itu Manise. Tinggal datanya saja yang perlu dibikin manise juga.

BetaParAmbon 

AmbonParSamua

Penulis : Weyber Pagaya,SH

Editor : Tim Redaksi Sakamena News

Berita Terkait

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!
Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah
Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional
Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!
Dobrak Batas Geografis, Bank Maluku Malut Sebar Agen Laku Pandai 24 Jam Hingga ke Pelosok Desa!
Bank Maluku Malut ‘Tancap Gas’ Lewat SIPD RI, Pembayaran Vendor Pemda Makin Kilat!
Akselerasi Digital: Bank Maluku Malut Integrasikan SIPD RI, Bayar Vendor Pemda Kini Hitungan Menit
Perayaan Imlek 2577 di Vihara Swarna Giri Tirta, Wali Kota Ambon Tekankan Harmoni dan Kebersamaan

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:32 WIT

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:10 WIT

Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:17 WIT

Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:12 WIT

Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:03 WIT

Bank Maluku Malut ‘Tancap Gas’ Lewat SIPD RI, Pembayaran Vendor Pemda Makin Kilat!

Berita Terbaru