Dorong Kedaulatan Pangan, Pemprov Maluku Susun Rencana Aksi Berbasis Pangan Lokal

Kamis, 5 Juni 2025 - 09:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama sejumlah OPD dalam kegiatan Gerakan Aksi Daerah Percepatan Penganekaragaman Pangan Maluku, Lantai 5, Hotel Manise, Rabu 4 Juni 2025. Foto: Sakamena/WP

Foto Bersama sejumlah OPD dalam kegiatan Gerakan Aksi Daerah Percepatan Penganekaragaman Pangan Maluku, Lantai 5, Hotel Manise, Rabu 4 Juni 2025. Foto: Sakamena/WP

Dorong Kedaulatan Pangan, Pemprov Maluku Susun Rencana Aksi Berbasis Pangan Lokal

SAKAMENA NEWS, Ambon – Dalam rangka mempercepat penyusunan kebijakan strategis menuju ketahanan pangan daerah, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku menggelar kegiatan Percepatan Penyusunan Rencana Aksi Daerah yang berlangsung di Hotel Manise, Ambon, Rabu (4/6/2025). Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor untuk membangun sinergi menuju sistem pangan berkelanjutan.

Djalaludin Salampessy sementara menyampaikan keterangan Pers. Foto: Sakamena/WP

Mewakili Gubernur Maluku, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Djalaluddin Salampessy, S.Pi.,M.Si secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pangan lokal sebagai basis pembangunan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan serta sebagai bagian dari strategi advokasi dan edukasi publik.

“Tumbuh kembangnya ekonomi pada wilayah pedesaan, kemudian variasi pangan yang nantinya akan mengarah pada konsumsi yang lebih bersifat sistemik dan sebagai bagian dari advokasi dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pangan lokal. Pangan lokal dalam arti spesifiknya adalah pangan yang ada di sekitar masyarakat,” ujar Salampessy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut ia menambahkan, pangan lokal yang kaya gizi seperti karbohidrat, protein, lemak dan vitamin perlu dioptimalkan agar masyarakat tak lagi bergantung pada bahan pangan impor yang rawan dimainkan harganya di pasar global.

Sejumlah OPD terkait sedang membahas Indikator-indikator dalam rangka Gerakan Aksi Daerah Percepatan Penganekaragaman Pangan Maluku, Lantai 5, Hotel Manise, Rabu 4 Juni 2025. Foto: Sakamena/WP

Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Bappeda, Dinas Pertanian, Peternakan, Koperasi dan UMKM, Perindag, Perikanan, Kehutanan, serta instansi vertikal seperti BKKBN, perbankan, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan. Kolaborasi multisektor ini bertujuan untuk merancang aksi kolektif mendorong diversifikasi pangan lokal di Maluku.

“Sekarang ini baru susun rencana aksi karena rencana aksi ini akan merupakan bagian dari dukungan terhadap perencanaan sektoral di masing-masing OPD,” jelas Salampessy, seraya menegaskan bahwa 11 kabupaten/kota di Maluku akan menjadi lokasi implementasi utama dari kebijakan ini pada tahun 2026 mendatang.

Lisa Tan, Panitia Pelaksana sekaligus merupakan Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, sementara berdiskusi dengan Pemateri. Foto: Sakamena/WP

Lisa Tan, Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, turut menyampaikan harapan besar dari kegiatan ini.

“Harapannya dapat meningkatkan cinta terhadap pangan lokal. Terus sebenarnya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mengurangi adanya risiko penyakit tidak menular. Bagaimana supaya masyarakat di Maluku itu bisa mengkonsumsi pangan yang sehat, yang beragam, bergizi seimbang dan aman, dan juga meningkatkan konsumsi pangan yang sehat juga untuk ibu-ibu hamil menyusui. Itu untuk menjaga generasi emas kita 2045 melalui perlakuan sistem makanan yang baik,” jelasnya.

Kasrul Selang bersama Djalaludin Salampessy sementara menyampaikan materi pembahasan, bersama OPD terkait. Foto: Sakamena/WP

Sementara itu, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kasrul Selang, memberikan catatan penting terkait urgensi percepatan pelaksanaan rencana aksi tersebut. Menurutnya, selama ini beberapa program telah berjalan, namun belum dalam tempo yang optimal.

“Dari judul ini berarti ketemu pemikiran adalah, selama ini sudah bikin tetapi belum cepat, sekarang mau dibuat agar dipercepat,” ucap Kasrul.

Ia mencontohkan perlunya percepatan dalam penanganan stunting serta pemenuhan gizi ibu hamil dan balita yang harus segera diatasi dengan pendekatan lokal. Menurutnya, Maluku memiliki keragaman bahan pangan lokal yang bisa dijadikan solusi berbasis wilayah.

“Katong mempunyai sangat banyak bahan lokal. Meskipun kita harus mengakui, di daerah-daerah tertentu bahan lokal mungkin tidak sama dengan daerah-daerah yang lain. Sekarang kita mau mencoba pemetaan ke berbasis gugus pulau. Mungkin basudara yang ada di barat daya bisa dengan jagung, sedangkan di tenggara atau selatan bisa dengan embal, dan di tengah bisa pakai sagu,” lanjutnya.

Djalaludin Salampessy bersama Kasrul Selang sementara menyampaikan materi pembahasan bersama OPD terkait. Foto: Sakamena/WP

Kasrul juga menekankan pentingnya menjadikan pangan lokal sebagai bagian dari sistem penanggulangan krisis.

“Yang kedua adalah bagaimana tangan lokal ini mewarnai katong kondisi kalau misalnya dalam kondisi darurat. Nah inilah yang katong lagi membahasnya,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya Pemerintah Provinsi Maluku untuk membangun sistem pangan yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan, berbasis pada potensi lokal dan gotong royong lintas sektor.

Baca Juga : 

Penulis : Weyber Pagaya,SH

Editor : Tim Redaksi Sakamena News

Berita Terkait

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!
Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah
Aset Nganggur di Maluku Siap Dilelang, BPKAD: Daripada Jadi Beban, Lebih Baik Jadi PAD
Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional
Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!
Dobrak Batas Geografis, Bank Maluku Malut Sebar Agen Laku Pandai 24 Jam Hingga ke Pelosok Desa!
Bank Maluku Malut ‘Tancap Gas’ Lewat SIPD RI, Pembayaran Vendor Pemda Makin Kilat!
Akselerasi Digital: Bank Maluku Malut Integrasikan SIPD RI, Bayar Vendor Pemda Kini Hitungan Menit

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:32 WIT

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:10 WIT

Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:39 WIT

Aset Nganggur di Maluku Siap Dilelang, BPKAD: Daripada Jadi Beban, Lebih Baik Jadi PAD

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:17 WIT

Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:12 WIT

Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!

Berita Terbaru