Sang raja sebelumnya meninggalkan beban hutang lebih dari 100 miliar, yang sempat menjerat negeri dalam keterpurukan. Namun, hanya dalam waktu dua tahun kepemimpinan, Basileus Melanthios—Raja Sejati yang baru—berhasil melunasi seluruh hutang dan memulihkan kondisi ekonomi kerajaannya.
Tak lama setelah mengatasi krisis finansial itu, ancaman baru muncul. Tiga raja ambisius dari wilayah tetangga—Arcadius Rhion, Jason Waleron, dan Themistocles Sosthenes—berusaha menggoyahkan kekuasaan Melanthios dan merebut wilayahnya. Tanpa ragu, Melanthios memimpin pasukan ke medan perang untuk mempertahankan kedaulatan negerinya. Pertempuran berlangsung sengit, namun dengan strategi brilian dan keberanian luar biasa, Melanthios berhasil menaklukkan ketiga raja tersebut dan mengukuhkan kembali kekuatan kerajaannya.
Namun, ketika kembali ke istana, kenyataan pahit menyambutnya. Di dalam negeri, para raja kecil yang selama masa ketidakhadirannya berkuasa telah melakukan penghianatan. Mereka diam-diam mendukung salah satu musuh dan dengan keserakahan mereka, hutang baru pun menumpuk hingga melebihi 100 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih parah lagi, skandal korupsi menyusup dari dalam struktur pemerintahan. Senat-senat yang seharusnya menjaga kestabilan negeri ternyata turut terlibat dalam memfasilitasi penyelewengan kekuasaan dan harta. Menyaksikan keruntuhan moral dan keadilan ini, Basileus Melanthios pun bersumpah untuk menghancurkan siapapun yang menghalangi tujuannya menuju kemakmuran rakyat.
Bersama dengan para panglima perang setianya, ia segera menyusun strategi untuk membongkar skandal yang telah merusak kepercayaan masyarakat. Dengan ketegasan, ia mengumumkan:
“Bagi siapa saja yang menganggap dirinya raja kecil atau terlibat dalam pengkhianatan—baik di medan perang maupun dalam senat—aku akan hancurkan kalian! Tidak ada pengampunan bagi mereka yang menghalangi jalan kemakmuran rakyatku!”
Dengan keberanian dan tekad yang bulat, Basileus Melanthios dan para panglima perangnya memulai penyelidikan mendalam. Mereka menuntut keadilan dan menyingkap tabir korupsi, memastikan bahwa setiap pelaku penghianatan, termasuk oknum senat yang terlibat, akan menghadapi hukuman setimpal. Inilah awal dari era baru, di mana keadilan dan kemakmuran kembali menjadi nafas utama bagi seluruh rakyatnya.
Penulis : WP








