SAKAMENA NEWS, Ambon – Ketua Umum Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Maluku, Muhammad Taufik Saimima, saat ditemui wartawan (Minggu,30/03/25) mengonfirmasi bahwa pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Kota Ambon akan dilaksanakan di Lapangan Merdeka. Dalam pernyataannya, Saimima menyebutkan bahwa Wakil Gubernur Maluku akan bertindak sebagai khatib, sementara imam Sholat Idul Fitri adalah Imam Masjid Raya Al-Fatah Ustad Ibnujarir.
“Insya Allah pelaksanaan Idul Fitri besok itu kita laksanakan di Lapangan Merdeka Ambon dan Insya Allah khatibnya adalah Pak Wakil Gubernur sendiri, dengan Imam Masjid Raya Al-Fatah Ustad Ibnujarir. Setelah selesai, masyarakat akan berjabat tangan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Forkopimda yang hadir,” ungkapnya.
Malam Takbiran dan Rencana Kolaborasi Antar Umat Beragama
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait pelaksanaan malam takbiran, Saimima menjelaskan bahwa terdapat 30 peserta yang ikut serta. Namun, sejumlah peserta mengalami hambatan akibat adanya pawai akbar dan konvoi di Jembatan Merah Putih (JMP), sehingga tidak dapat hadir.
“Malam Takbiran pesertanya ada 30, cuma terhambat di JMP karena ada pawai akbar dan konvoi, jadi mereka tidak sempat hadir di kesempatan ini. Kita akan berupaya untuk tahun depan dalam acara Ramadan ini kita akan upayakan untuk tingkatkan lagi, dengan berkolaborasi dengan non-muslim, antara Panitia Hari Besar Islam dan Panitia Hari Besar Gerejawi,” jelasnya.
Saimima juga mengungkapkan rencana untuk mengemas acara dalam satu agenda khusus dengan menghadirkan tokoh agama terkenal, baik dari Islam maupun Kristen.
“Kita akan undang Ustad Das’ad Latif atau ustad yang lagi viral, dengan pendeta yang lagi viral, seperti pendeta yang di NTT, sehingga kita akan menunjukkan kepada masyarakat Maluku bahwa dalam kepemimpinan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath ini benar-benar menjunjung tinggi toleransi dan pluralisme dalam kehidupan beragama yang ada di Provinsi Maluku,” tambahnya.
Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan selama masa kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath.
Toleransi dalam Festival Bataria Sound Kolaborasi
Saimima juga menyinggung tentang kegiatan Bataria Sound Kolaborasi yang baru saja digelar di lapangan Merdeka dan memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Cup. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini akan terus dilanjutkan dan digilir kembali pada tahun depan, dengan melibatkan komunitas dari basudara Muslim dan non-Muslim.
“Yang kemarin di Lapangan Merdeka itu kan kegiatan Bataria Sound Kolaborasi memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Cup, dan kita akan gilir lagi untuk tahun depan untuk Festival Bataria Sound Kolaborasi yang mana itu terdiri dari komunitas dari basudara Muslim dengan non-Muslim,” katanya.
Anjuran Kementerian Agama Terkait Pawai dan Konvoi
Lebih lanjut, Saimima menegaskan bahwa Kementerian Agama RI dan Provinsi Maluku sebenarnya tidak menganjurkan adanya pawai dan konvoi. Namun, pihaknya mengakui sulit untuk membendung antusiasme masyarakat dalam menyambut Idul Fitri.
“Anjuran dari Kementerian Agama RI dan Provinsi Maluku itu sebenarnya tidak ada pawai dan konvoi, itu dilarang sebenarnya. Cuma kita tidak bisa membendung karena itu antusias dari masyarakat, tetapi kita akan melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih positif,” tutupnya.
Penulis : Weyber Pagaya,SH








