SAKAMENA | Ambon – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, Dr. Bahlil Lahadalia, SE, M.Si, membuka secara resmi kegiatan konsolidasi Partai Golkar di Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya, Bahlil memberikan apresiasi kepada para Wakil Gubernur dan menekankan pentingnya memahami sejarah serta kondisi masa kini Maluku sebagai bagian dari strategi pembangunan politik dan sosial.
“Maluku memiliki sejarah panjang. Tidak ada pemimpin yang unggul tanpa mampu melewati tantangan,” ujar Bahlil,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menekankan bahwa keberanian dan komitmen harus dimiliki oleh semua kader, baik di kota maupun di desa. Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama dan kesetiaan terhadap partai serta tidak membiarkan perbedaan menjadi penghalang.
Bahlil menekankan tiga fokus utama untuk Partai Golkar di Maluku: evaluasi program kerja sebelumnya, penyusunan program kerja baru beserta rekomendasi, dan pemilihan Ketua DPD. Ia menargetkan peningkatan kursi parlemen di tingkat kabupaten dan provinsi, mengingat selama dua periode terakhir Golkar tidak memiliki wakil di DPRD maupun DPR RI dari Maluku.
“Ini soal mengembalikan kejayaan Golkar di tanah kelahiran saya. Saya berkomitmen mendampingi seluruh kader untuk bekerja bersama demi rakyat Maluku,” ujar Bahlil.
Ia menegaskan keseriusan dalam mengalokasikan sumber daya, termasuk kendaraan dan material, untuk mendukung konsolidasi partai di provinsi tersebut.
Selain itu, Bahlil membahas isu pembangunan daerah, seperti akses listrik di desa-desa terpencil. Ia meminta gubernur Maluku untuk melakukan inventarisasi desa-desa yang belum berlistrik dan berjanji akan memastikan listrik dapat dinikmati sebelum 2024.
Dalam bidang energi, Bahlil menyinggung percepatan proyek Blok Masela dengan nilai investasi sekitar 20 miliar USD atau setara 320 triliun rupiah. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan pengusaha dan tenaga kerja lokal Maluku dalam proyek tersebut.
Bahlil juga menekankan sejarah dan inklusivitas Partai Golkar, yang lahir dari berbagai elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas politik dan memperkuat ideologi Pancasila. Ia menegaskan bahwa Golkar adalah partai milik rakyat, inklusif, dan terbuka bagi semua masyarakat, termasuk warga Maluku.
“Kalau bukan Golkar, mana anak kelahiran Maluku yang bisa menduduki posisi ini? Golkar adalah rumah bagi semua,” tutup Bahlil.
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








