SAKAMENA NEWS | Suara Rakyat dari Maluku
Nyawa Firdaus Adalah Alarm: Copot Kepala Balai Taman Nasional Manusela Sekarang!
Gunung Binaiya – Ramai beredar di media sosial Petisi desakan pencopotan Kepala Balai Taman Nasional Manusela, dari para aktifis pecinta alam, akademisi, OKP, Ormas, dan sebagian besar relawan yang terlibat langsung dalam evakuasi jenazah Firdaus Ahmad Fauzi, pendaki asal Bogor yang hilang selama 22 hari setelah melakukan pendakian di Gunung Binaiya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut Petisinya:
Tragedi meninggalnya Firdaus Ahmad Fauzi, pendaki asal Bogor yang hilang selama 22 hari di Gunung Binaiya, kawasan Taman Nasional Manusela, bukanlah semata musibah alam. Ini adalah cermin dari kelalaian struktural dan buruknya manajemen krisis di salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia.
Dalam situasi darurat yang menyangkut nyawa manusia, justru muncul sikap lepas tangan, komunikasi minim, dan tidak adanya kehadiran aktif dari pihak Balai Taman Nasional Manusela selama proses pencarian. Ini sungguh menyakitkan, tidak hanya bagi keluarga korban, tapi juga bagi siapa saja yang pernah menjejakkan kaki di alam bebas dan percaya bahwa negara hadir untuk melindungi.
Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, pecinta alam, aktivis lingkungan, warga Maluku, dan siapa pun yang peduli pada keadilan, untuk menandatangani dan menyebarluaskan petisi publik yang menuntut:
- Pencopotan Kepala Balai Taman Nasional Manusela.
- Evaluasi sistem keselamatan dan SOP pendakian di TN Manusela.
- Permintaan maaf resmi kepada keluarga korban dan publik.
- Pembentukan tim independen untuk investigasi menyeluruh.
Ini bukan hanya soal satu nyawa. Ini soal tanggung jawab moral, integritas institusi, dan keselamatan siapa pun yang akan mendaki esok hari.
Jangan biarkan tragedi ini berlalu tanpa pertanggungjawaban. Firdaus layak mendapat keadilan. Kita semua layak mendapat jaminan keselamatan di alam Indonesia.
Tandatangani. Suarakan. Desak keadilan
https://chng.it/Dz9J2qWLXd (link petisi)
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








