“Prof. Maria Nindatu: Maluku Siap Wujudkan Eliminasi Malaria 2030”

Senin, 11 Agustus 2025 - 15:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

Sakamenanews.com, AMBON – Pemerintah menargetkan Indonesia bebas malaria pada 2030 sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional menuju Generasi Emas 2045. Dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar bidang Parasitologi Universitas Pattimura, Senin (11/8/2025), Prof. Dr. Maria Nindatu , Dra., M.Kes., menegaskan bahwa, eliminasi malaria di Maluku memerlukan harmonisasi sumber daya, riset terpadu, serta pemanfaatan potensi lokal.

“Program eliminasi bukan sekadar menurunkan angka kasus, tetapi mengembalikan keseimbangan dengan alam, memanfaatkan tanaman obat seperti cempeda, lemburung meit, kayu titi, sambiloto, dan lamun untuk menjaga imunitas masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Ambon Permudah Lulusan PPPK dengan Tes Kejiwaan di Balai Kota

Berdasarkan data capaian nasional, Maluku kini berada di zona kuning penyebaran malaria dengan tingkat keberhasilan di atas 70% menuju target bebas malaria 2028. Capaian ini didukung regulasi nasional, namun Prof. Maria mengingatkan adanya tantangan baru berupa mobilitas penduduk dari wilayah endemis tinggi ke daerah bebas malaria, khususnya melalui Kota Ambon sebagai pintu transit wilayah timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita perlu mewaspadai transmisi silang yang dapat mengancam daerah bebas malaria, sehingga pengawasan dan riset terintegrasi harus terus diperkuat,” tegasnya.

Baca Juga :  Negeri Hative Besar Hadapi Polemik dengan Inovasi Tata Kelola: Saniri Tegas, Transparan, dan Siap Hadapi Fakta!

Prof. Maria menekankan bahwa, keberhasilan eliminasi malaria tak hanya bergantung pada intervensi medis, tetapi juga partisipasi masyarakat menjaga sanitasi, mencegah reinfeksi, dan mengendalikan lingkungan.

Ia mendorong inovasi berbasis potensi lokal seperti produk nutraceutical berantioksidan tinggi serta pemetaan wilayah yang belum mencapai 95% keberhasilan.

“Jika seluruh elemen bersatu pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan masyarakat maka bebas malaria bukan hanya slogan, tetapi kenyataan yang akan kita capai bersama,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!
Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah
Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional
Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!
Dobrak Batas Geografis, Bank Maluku Malut Sebar Agen Laku Pandai 24 Jam Hingga ke Pelosok Desa!
Bank Maluku Malut ‘Tancap Gas’ Lewat SIPD RI, Pembayaran Vendor Pemda Makin Kilat!
Akselerasi Digital: Bank Maluku Malut Integrasikan SIPD RI, Bayar Vendor Pemda Kini Hitungan Menit
Perayaan Imlek 2577 di Vihara Swarna Giri Tirta, Wali Kota Ambon Tekankan Harmoni dan Kebersamaan

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:32 WIT

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:10 WIT

Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:17 WIT

Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:12 WIT

Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:03 WIT

Bank Maluku Malut ‘Tancap Gas’ Lewat SIPD RI, Pembayaran Vendor Pemda Makin Kilat!

Berita Terbaru