SAKAMENA | Ambon – Pelantikan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku berlangsung penuh semangat dan refleksi tentang masa depan ekonomi kepulauan. Ketua HIPMI Maluku, Reza Mony, menegaskan komitmennya menjadikan HIPMI sebagai motor penggerak ekonomi daerah serta mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan potensi sumber daya lokal.
“Maluku ini punya lebih dari seribu pulau, tapi hanya empat yang masuk kategori pulau besar, salah satunya Pulau Buru. Kalau dibandingkan, Buru bahkan lebih luas dari Bali. Potensi alamnya luar biasa — dari emas sampai kayu putih. Ini tugas HIPMI, bagaimana mencari atau bahkan menjadi investor yang mendorong aktivitas ekonomi di Pulau Buru dan wilayah lainnya,” ujar Reza usai pelantikan.
Ia menjelaskan bahwa langkah awal kepengurusan baru HIPMI Maluku akan difokuskan pada rapat kerja daerah dan penyusunan program prioritas, termasuk rencana Maluku Business Expo, yang bertujuan membangkitkan semangat UMKM dan memperkuat jejaring usaha di berbagai sektor. Komoditas unggulan seperti cengkeh dan pala tetap menjadi fokus utama, disertai upaya membuka pasar ekspor bagi hasil bumi lain seperti damar dan kayu manis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, HIPMI Maluku juga memperkenalkan logo baru yang sarat makna filosofis. Reza menyebut, desain bergambar ikan dan laut mencerminkan identitas Maluku sebagai wilayah kepulauan sekaligus simbol perjuangan bersama dalam mendorong pengesahan Undang-Undang Daerah Kepulauan.
“Kita ingin kirim pesan kuat lewat logo ini. Maluku hidup dari laut, tapi selama ini kita hanya bisa mengelola 12 mil dari bibir pantai. Potensi besar justru ada di tengah laut yang belum bisa kita manfaatkan maksimal. Jadi perjuangan untuk UU Daerah Kepulauan ini bukan cuma simbol, tapi kebutuhan nyata bagi masa depan ekonomi Maluku,” tegas Reza.
Dengan arah baru yang lebih progresif, HIPMI Maluku di bawah kepemimpinan Reza Mony bertekad memperkuat kolaborasi lintas sektor, membuka pintu investasi, dan menghidupkan kembali semangat wirausaha muda. Sebuah langkah nyata menuju Maluku yang tidak hanya kaya potensi, tetapi juga mampu berdiri kuat di atas kemandirian ekonominya sendiri.








