Simon Tahamata dan Misi Sepak Bola Nasional: Saatnya Maluku Jadi Poros!

Senin, 26 Mei 2025 - 02:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Instagram Simon Tahamata

Foto: Instagram Simon Tahamata

Simon Tahamata dan Misi Sepak Bola Nasional: Saatnya Maluku Jadi Poros!

Oleh Redaksi Sakamena

“Beta paleng bangga. Anak Maluku su datang ni. Jang maeng-maeng kawan…mari Katong guncang sepakbola dunia.”

JAKARTA – Di tengah riuhnya persiapan Indonesia menuju Piala Dunia 2026 dan transformasi besar-besaran dalam tubuh sepak bola nasional, hadir satu nama yang membuat Maluku merasa lebih dekat dengan lapangan hijau Garuda: Simon Tahamata. Kamis, 22 Mei 2025, PSSI resmi mengumumkan legenda Ajax Amsterdam itu sebagai Kepala Pemandu Bakat Sepak Bola Nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi sebagian orang, ini hanyalah strategi organisasi. Tapi bagi Maluku—ini adalah momentum sejarah. Setelah sekian lama bakat dari Timur kurang tersorot, kini justru anak Maluku sendiri yang dipercayakan memimpin pencarian talenta terbaik dari seluruh penjuru negeri dan diaspora Indonesia.

Darah Maluku, Jiwa Internasional

Simon Melkianus Tahamata lahir di Vught, Belanda, pada 26 Mei 1956. Meski besar di Eropa, jati dirinya sebagai anak Maluku tak pernah pudar. Darah kepulauan itu menuntunnya melewati perjalanan luar biasa: dari akademi Ajax Amsterdam, hingga mencetak sejarah di timnas Belanda dengan 22 caps dan 2 gol.

Ia adalah simbol kerja keras, dedikasi, dan loyalitas terhadap akar. Di Ajax, Simon mencatatkan 149 pertandingan, 17 gol, dan 33 assist—angka yang bukan main-main, apalagi untuk seorang winger di era sepak bola penuh kontak fisik dan tekanan taktis tinggi.

Baca Juga :  Israel Ajukan Proposal Gencatan Senjata Baru, Hamas Tegas Menolak Syarat Pelucutan Senjata

Kini, puluhan tahun setelah pensiun, Simon memilih untuk kembali—bukan ke stadion megah di Eropa, tapi ke Tanah Air leluhurnya. Dan PSSI memberinya peran krusial: memetakan, membina, dan menjembatani masa depan sepak bola nasional.

Dari Eropa ke Pelosok Nusantara

Dalam tugas barunya, Tahamata akan bekerja erat dengan pelatih timnas Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg, Nova Arianto, dan tim pelatih elite lainnya. Tapi tugasnya bukan hanya di lapangan elite Jakarta. Ia akan menelusuri akar-akar bakat, dari aspal Belanda hingga tanah basah di Tulehu dan Waiheru.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari visi besar menuju Piala Dunia. “Kami butuh pengalaman dan kejelian seperti Simon Tahamata. Ia paham membentuk karakter pemain sejak dini,” ujar Erick dalam keterangan resmi.

Dan Simon tahu betul, anak-anak Indonesia—termasuk dari Maluku—tidak kekurangan bakat, hanya kurang kesempatan.

Maluku, Bangun dan Berlari

Bagi Maluku, ini lebih dari sekadar berita. Ini adalah panggilan. Saat dunia mulai menoleh ke Indonesia, dan Indonesia mulai melihat ke Timur, Simon hadir sebagai jembatan sejarah dan masa depan. Tak ada lagi alasan untuk malu, tak ada lagi ruang bagi pesimisme.

Baca Juga :  PT Sinar Hijau Ventures Lepas Ekspor Perdana Tujuh Ton Rempah Maluku ke Vietnam

Sekarang waktunya lapangan kampung bersolek. Anak-anak yang dulu bermain bola plastik di pantai, kini punya harapan bahwa satu tendangan mereka bisa mengantar ke pelatnas. Sebab kini, “mata pencari bakat tertinggi di negeri ini adalah anak Maluku sendiri.”

Bayangkan, suatu hari ada talenta muda dari, MBD, Aru, Seram, Namlea, Tual, Bula atau Masohi dan Kabupaten lain di Maluku yang disapa langsung oleh Simon Tahamata. Bayangkan kampung-kampung pesisir di Maluku masuk radar resmi pencarian pemain nasional. Itu bukan mimpi lagi. Itu sudah mulai jadi kenyataan.

Beta Pu Harapan, Garuda Terbang Lewat Timur

Dengan pengalamannya yang mendunia dan jiwanya yang tetap berakar di Maluku, Simon membawa harapan baru: sepak bola yang inklusif, berbasis karakter, dan bertumpu pada keberagaman.

Di tengah geliat politik olahraga, ada satu hal yang tak boleh dilupakan: sepak bola adalah milik semua, dan Maluku bukan hanya penonton dalam sejarah ini.

Simon Tahamata telah membuka jalan. Sekarang giliran Maluku berlari. Dari Timur untuk Indonesia. Dari Maluku untuk dunia.

Penulis : Weyber Pagaya,SH

Editor : Tim Redaksi Sakamena News

Berita Terkait

PT Sinar Hijau Ventures Lepas Ekspor Perdana Tujuh Ton Rempah Maluku ke Vietnam
Yayasan Jelay Kasih Indonesia Gelar Seminar dan KKR “Maluku Bangkit dan Bersinar bagi Tuhan”, Didukung Penuh Kementerian Agama Kanwil Maluku dan Asosiasi Pendeta Indonesia 
Komisi Kemitraan GPM Passo Teguhkan Persekutuan Melalui HUT ke-39 Laki-Laki GPM: Jalan Santai, Senam Sehat, dan Iman yang Hidup
Pemkot Ambon, Reza Dari Kadin dan TFL Swedia, Teken MoU Strategis, Dorong Pembangunan Ekonomi Berbasis Lingkungan Hidup
Tim Karate Kota Ambon Sumbang Prestasi Gemilang di Kejuaraan Asia Pasifik
Simon Tahamata: “Saatnya Garuda Terbang Tinggi, Enam Poin atau Tidak Sama Sekali!”
Simon Tahamata: Anak Maluku yang Siap Bikin Garuda Terbang Tinggi!
“Maluku Bicara untuk Dunia”: FK Unpatti Gemparkan Kancah Ilmiah Lewat ICHM 2025 – Kolaborasi Ilmiah, Kearifan Kepulauan, dan Kepemimpinan yang Visioner

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 13:04 WIT

PT Sinar Hijau Ventures Lepas Ekspor Perdana Tujuh Ton Rempah Maluku ke Vietnam

Rabu, 12 November 2025 - 13:15 WIT

Yayasan Jelay Kasih Indonesia Gelar Seminar dan KKR “Maluku Bangkit dan Bersinar bagi Tuhan”, Didukung Penuh Kementerian Agama Kanwil Maluku dan Asosiasi Pendeta Indonesia 

Sabtu, 20 September 2025 - 10:10 WIT

Komisi Kemitraan GPM Passo Teguhkan Persekutuan Melalui HUT ke-39 Laki-Laki GPM: Jalan Santai, Senam Sehat, dan Iman yang Hidup

Rabu, 10 September 2025 - 10:01 WIT

Pemkot Ambon, Reza Dari Kadin dan TFL Swedia, Teken MoU Strategis, Dorong Pembangunan Ekonomi Berbasis Lingkungan Hidup

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 22:43 WIT

Tim Karate Kota Ambon Sumbang Prestasi Gemilang di Kejuaraan Asia Pasifik

Berita Terbaru