Sakamenanews.com, Maluku – Anggota DPR RI dari Komisi X, Mercy Chriesty Barends, ST, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku dan wilayah Indonesia Timur. Dalam kunjungannya bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Reses Masa Persidangan Tahun Sidang 2024-2025, Mercy menyampaikan berbagai langkah strategis yang tengah dilakukan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dan memperbaiki sektor pendidikan di daerah-daerah tersebut.
Pada Sabtu (7/12/2024), Mercy menjelaskan bahwa, wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku, masih menghadapi tantangan besar terkait kemiskinan ekstrem. Menurutnya, sebelum pemekaran, Papua dan Papua Barat menduduki peringkat pertama dan kedua sebagai daerah termiskin di Indonesia, disusul NTT dan Maluku.
Untuk itu, Komisi X DPR RI bersama pemerintah berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan, yang berkorelasi langsung dengan angka kemiskinan, pengangguran, dan indeks pembangunan manusia (IPM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendidikan adalah kunci untuk memutus rantai kemiskinan. Kami berusaha meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi fasilitas, jumlah siswa yang melanjutkan ke tingkat lebih tinggi, maupun kualitas pengajaran dan tenaga pengajar,” ungkapnya.
Mercy juga mencatat bahwa, dalam dua hari kunjungan ini, pihaknya fokus pada infrastruktur pendidikan, mulai dari PAUD, pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Beberapa masalah yang diidentifikasi adalah kurangnya ruang kelas, gedung sekolah, dan infrastruktur pendidikan lainnya yang mendukung proses belajar mengajar.
“Saat ini, banyak gedung sekolah dan ruang kelas yang rusak. Kami akan terus berupaya memastikan anggaran pendidikan dapat dialokasikan dengan tepat agar sekolah-sekolah di Maluku dan wilayah Indonesia Timur dapat memiliki fasilitas yang memadai,” lanjut Mercy.
Sebagai bagian dari upaya perbaikan, Mercy juga menyampaikan bahwa ia telah mengalokasikan dana sebesar Rp 11 miliar untuk pengembangan sektor pendidikan di Provinsi Maluku. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk perbaikan fasilitas pendidikan, pengadaan peralatan pendidikan digital, serta pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Selain itu, Mercy juga menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Maluku melalui peningkatan pendidikan vokasi dan keterampilan yang relevan dengan pasar kerja global.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pekerjaan lokal, tetapi anak-anak muda kita harus siap bersaing di pasar kerja global yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Mercy juga berjanji, untuk terus memperjuangkan kesejahteraan tenaga pengajar dan tenaga kependidikan, serta memastikan bahwa guru-guru yang ditempatkan di daerah-daerah terpencil memiliki insentif yang cukup agar bisa bertugas dengan optimal.
Selain sektor pendidikan, perhatian juga diberikan pada pengembangan sarana dan prasarana olahraga di Maluku. Mercy menyatakan bahwa perbaikan stadion dan fasilitas olahraga akan menjadi fokus, termasuk pembangunan rumah susun (rusun) untuk atlet dan fasilitas pendukung lainnya.
Dalam penutupan konferensi pers, Mercy menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan anggota DPR dalam mewujudkan perubahan nyata untuk Maluku dan Indonesia Timur.
“Saya berharap, dengan kerja keras bersama, kita bisa mewujudkan Maluku sebagai provinsi dengan SDM yang unggul, berdaya saing tinggi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tutupnya.








