Sakamenanews.com, Maluku, Rabu 6 Agustus 2025 — Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny, melontarkan kritik keras terhadap buruknya pelayanan di SPBU Kompak Tiakur, Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya. Ia menilai praktik pengisian bahan bakar dengan ember tidak hanya jauh dari standar pelayanan, tetapi juga mencoreng program SPBU Kompak Satu Harga yang seharusnya mempermudah akses energi masyarakat.
Dalam rapat dengar pendapat bersama Pertamina, Rabu 6 Agustus 2025, Laipeny menegaskan bahwa sistem pengisian yang tidak efisien membuat antrean panjang tak terhindarkan. Selain itu, jam operasional SPBU yang sering tidak konsisten semakin memperburuk keadaan, sehingga warga kerap kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Laipeny juga menyoroti absennya pengelola resmi SPBU dalam forum penting tersebut. Ia meminta Pertamina segera memberi teguran resmi agar pengelolaan SPBU di Tiakur dapat berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang layak dan tidak lagi dirugikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT








