Kabag PEM Kota Ambon Alfian Lewenussa Optimalisasikan Media Sosial dan Penyelesaian Kepemimpinan Negeri

Jumat, 14 Maret 2025 - 11:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAKAMENANEWS.COM – Pemerintah Kota Ambon terus berupaya meningkatkan transparansi dan efektivitas pelayanan publik melalui langkah strategis di era keterbukaan informasi dan transformasi digital. Dua agenda utama yang saat ini menjadi fokus adalah optimalisasi akun media sosial resmi bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta percepatan penyelesaian berbagai persoalan pemerintahan negeri. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Ambon dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, responsif, dan akuntabel.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Ambon, Alfian Lewenussa, S.STP., M.Si., saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Wali Kota Ambon, mengungkapkan perkembangan terbaru mengenai kebijakan pemerintahan daerah. Dalam wawancara yang berlangsung pada Jumat (14/3), ia menegaskan bahwa Pemkot Ambon akan menjalankan setiap kebijakan yang telah diinstruksikan oleh Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., termasuk dalam hal optimalisasi akun media sosial resmi OPD.

“Semua arahan Pak Wali Kota memiliki kebijakan yang jelas, termasuk akun resmi OPD di platform media sosial seperti Facebook dan TikTok. Kami di Bagian Pemerintahan telah siap melaksanakan hal tersebut. Saya sendiri sudah melakukan rapat bersama staf, dan kita siap untuk mengelola akun resmi pemerintahan,” tegas Lewenussa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menunjuk staf khusus untuk mengelola media sosial OPD. Setelah persiapan selesai, hasilnya akan segera dilaporkan kepada pimpinan sebagai bentuk transparansi serta kesiapan Bagian Pemerintahan dalam mendukung keterbukaan informasi publik.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Maluku Desak Penyelesaian Tunggakan Tunjangan ASN

Penyelesaian Kepemimpinan Negeri yang Belum Defenitif

Selain pengelolaan media sosial OPD, Lewenussa turut menyoroti permasalahan kepemimpinan di beberapa negeri di Kota Ambon yang saat ini mengalami kekosongan. Dari total sembilan negeri, tiga di antaranya mengalami kendala akibat wafatnya dua raja, yaitu Negeri Urimesing dan Negeri Lehari, serta satu raja lainnya yang sedang menjalani proses hukum.

“Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Jika ada raja yang ditahan dan kasus hukumnya masih berjalan, maka statusnya belum bisa ditetapkan. Jika nantinya ada keputusan inkrah yang menyatakan bebas murni, maka statusnya dikembalikan. Namun, jika inkrah menyatakan bersalah, maka akan diberhentikan secara permanen,” jelasnya.

Saat ini, dari sembilan negeri, enam negeri lainnya masih dalam tahap penyelesaian administrasi pemerintahan. Sejumlah negeri seperti Tawiri, Amahusu, Hative Besar, dan Paso sudah memiliki peraturan negeri yang tinggal menunggu finalisasi dan pengesahan. Pemerintah terus memberikan pendampingan agar negeri-negeri tersebut segera memiliki pemimpin definitif sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Baca Juga :  Lekransy: Petugas Promosi Kesehatan, Elemen Penting Dalam Gerakan Masyarakat Sehat

Dalam upaya mempercepat penyelesaian persoalan pemerintahan negeri, Lewenussa menegaskan bahwa Pemkot Ambon menargetkan seluruh permasalahan ini dapat diselesaikan tahun ini, sehingga tidak ada lagi kekosongan kepemimpinan yang berkepanjangan.

“Kami berharap, dalam perkenanan Tuhan, semua masalah ini bisa diselesaikan. Harapan ke depan adalah mendukung seluruh program prioritas Pak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota, yakni 17 program strategis yang telah dicanangkan,” ungkapnya.

Pemkot Ambon juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga adat serta keluarga besar dari masing-masing negeri, guna memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil sesuai dengan regulasi yang berlaku serta demi kesejahteraan masyarakat.

Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, diharapkan negeri-negeri yang saat ini masih mengalami kendala dalam kepemimpinan dapat segera memiliki pejabat definitif sehingga roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik untuk kepentingan masyarakat luas.

Penulis : Weyber Pagaya,SH

Berita Terkait

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!
Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah
Aset Nganggur di Maluku Siap Dilelang, BPKAD: Daripada Jadi Beban, Lebih Baik Jadi PAD
Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional
Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!
Dobrak Batas Geografis, Bank Maluku Malut Sebar Agen Laku Pandai 24 Jam Hingga ke Pelosok Desa!
Bank Maluku Malut ‘Tancap Gas’ Lewat SIPD RI, Pembayaran Vendor Pemda Makin Kilat!
Akselerasi Digital: Bank Maluku Malut Integrasikan SIPD RI, Bayar Vendor Pemda Kini Hitungan Menit

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:32 WIT

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:10 WIT

Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:39 WIT

Aset Nganggur di Maluku Siap Dilelang, BPKAD: Daripada Jadi Beban, Lebih Baik Jadi PAD

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:17 WIT

Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:12 WIT

Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!

Berita Terbaru