Sakamenanews.com, Maluku – Kualitas pendidikan di Maluku masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat kemajuan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya tenaga pendidik, hingga kesejahteraan guru yang belum memadai.
Anggota Komisi IV DPRD Maluku, Lucky Wattimury, menekankan bahwa peningkatan pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada daerah 3T. Ia juga menyoroti keterbatasan APBD Maluku, yang sebagian besar terserap untuk belanja birokrasi dan pembayaran utang, sehingga alokasi untuk sektor pendidikan menjadi terbatas.
Oleh karena itu, ia mendorong Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath agar melobi pemerintah pusat guna mendapatkan tambahan anggaran. Menurutnya, Maluku memerlukan kebijakan pendidikan yang lebih strategis dan komprehensif agar mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT








