SAKAMENA NEWS, AMBON — Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, tak menyia-nyiakan momen langka saat mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam kunjungan kerja di PT Pertamina Fuel Terminal Wayame, Ambon, Sabtu (5/4/2025).
Kepada wartawan Sakamena News Bodewin blak-blakan mengungkapkan keluhan dan kebutuhan warga Kota Ambon, khususnya para nelayan, kepada Menteri Bahlil.
“Ini kesempatan berharga. Saya langsung sampaikan ke Pak Menteri, bahwa Kota Ambon sebenarnya sudah punya 7 SPBU, dan itu cukup melayani kebutuhan BBM masyarakat umum. Tapi yang jadi masalah serius itu adalah nelayan kita, terutama di Jazirah Nusaniwe dan Leitimur Selatan,” ungkap Bodewin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, selama ini nelayan di dua kawasan tersebut harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan BBM, karena SPBU Nelayan belum ada di sekitar mereka.
“Bayangkan saja, nelayan di Nusaniwe dan Leitimur Selatan harus beli BBM sampai ke Tulehu. Jauh sekali. Mereka bukan saja buang waktu, tapi juga keluar ongkos besar hanya untuk cari bensin. Ini kan ironis!” tegas Wali Kota.
Bodewin pun secara langsung meminta Menteri Bahlil untuk membantu membangun dua SPBU khusus nelayan di Ambon, satu di wilayah Leitimur Selatan dan satu lagi di Jazirah Nusaniwe.
“Saya sampaikan ke Pak Menteri, kalau bisa bantu kami bangun dua SPBU Nelayan itu. Supaya nelayan kita tidak lagi susah cari BBM, dan bisa lebih hemat dalam melaut,” bebernya.
Menteri Bahlil, kata Bodewin, merespon positif usulan tersebut dan meminta Wali Kota untuk segera memasukkan surat resmi sebagai tindak lanjut.
“Pak Menteri sudah tanggap, tinggal kita formalitaskan lewat surat resmi. Tapi yang paling penting, kebijakan dari beliau sudah ada. Tinggal kami kawal dan dorong supaya cepat terealisasi,” pungkasnya.
Nelayan Tunggu Janji Pemerintah
Keluhan Wali Kota ini seakan menjadi potret nyata betapa kebijakan energi di daerah belum sepenuhnya berpihak pada kelompok kecil seperti nelayan.
Kini, publik tentu menunggu, apakah janji Menteri ESDM ini akan benar-benar diwujudkan? Atau lagi-lagi hanya sekedar manis di bibir, pahit di realisasi?
Warga Ambon, khususnya para nelayan, jelas berharap janji ini bukan sekedar angin lalu. Karena kebutuhan BBM bagi nelayan bukan soal gaya hidup, tapi soal hidup dan penghidupan.
Penulis : Weyber Pagaya,SH








