Gubernur Hendrik Teken Kontrak Blok Migas Binaiya: Maluku Menuju Pemain Kunci Energi Nasional

Kamis, 22 Mei 2025 - 13:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa hadir dalam acara Penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Blog Migas Binaiya di Konvensi dan Pameran ke-49 Asosiasi Perminyakan Indonesia (IPA Convex 2025), Rabu (21/5), di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. (Foto:ist)

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa hadir dalam acara Penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Blog Migas Binaiya di Konvensi dan Pameran ke-49 Asosiasi Perminyakan Indonesia (IPA Convex 2025), Rabu (21/5), di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. (Foto:ist)

Gubernur Hendrik Teken Kontrak Blok Migas Binaiya: Maluku Menuju Pemain Kunci Energi Nasional

SAKAMENA NEWS Tangerang,  – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi menandatangani Perjanjian Komersial Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) untuk Blok Migas Binaiya dalam ajang bergengsi Konvensi dan Pameran ke-49 Asosiasi Perminyakan Indonesia (IPA Convex 2025), Rabu (21/5), di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Presiden Prabowo hadir dalam Konvensi dan Pameran ke-49 Asosiasi Perminyakan Indonesia (IPA Convex 2025), Rabu (21/5), di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. (Foto:ist)

Penandatanganan ini tidak main-main: disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang membuka kegiatan energi terbesar se-Asia Tenggara ini. Hadir pula jajaran elite energi nasional — Menteri ESDM, Kepala SKK Migas, Presiden IPA, Penasehat Presiden Bidang Energi, para gubernur dan pimpinan daerah, serta pelaku utama industri migas dalam dan luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Blok Binaiya: Dari Seram Utara untuk Ketahanan Energi Nasional

Blok Binaiya, yang berlokasi di Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, bukan sekadar titik eksplorasi baru. Kontrak ini menjadi penanda langkah konkret Gubernur Hendrik dalam mendorong peran aktif Maluku dalam konstelasi energi nasional. Di tengah lesunya lifting minyak nasional yang hanya menyentuh angka 600 ribu barel per hari, kehadiran blok ini ibarat oasis harapan di tengah krisis energi.

“Selama dua dekade terakhir, Indonesia sangat bergantung pada impor minyak. Produksi nasional hanya mencapai sekitar 600 ribu barel per hari, sedangkan kebutuhan mencapai 1,5 juta barel per hari. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi kedaulatan energi kita,” ungkap Gubernur Hendrik.

Blok Binaiya diharapkan tak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membuka peluang kerja lokal, memperkuat fiskal daerah, dan mempercepat pembangunan infrastruktur energi di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga :  GAMKI Maluku Desak Pengusutan Tuntas Penembakan Polisi dan Pembakaran Rumah di Seram Utara

Maluku Naik Kelas: Dari Daerah Pengamat ke Daerah Pemain

Maluku, yang selama ini hanya menjadi penonton dalam peta energi nasional, perlahan namun pasti mengukuhkan diri sebagai bagian dari tulang punggung energi Indonesia. Kontrak ini, yang turut mengangkat nilai strategis Blok Binaiya, menjadi bukti bahwa kepemimpinan Gubernur Hendrik membawa arah baru yang lebih berdaulat, berdaya saing, dan produktif.

“Dengan beroperasinya Blok Binaiya, diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian di kawasan timur Indonesia, khususnya Maluku,” ujar Hendrik.

Dampak fiskal yang ditunggu bukan sekadar dana bagi hasil. Tapi juga potensi peningkatan PAD, pertumbuhan sektor pendukung, hingga potensi pengelolaan migas langsung oleh BUMD jika ke depan dirancang matang.

Prospek Migas Maluku: Tidak Berhenti di Binaiya

Gubernur Hendrik tak hanya puas pada satu blok. Dalam pernyataannya, ia membuka cakrawala energi yang lebih luas. Ada Blok Serpang, Blok Kojo, Blok Tanimbar Timur, dan Blok Seram Aru — semua dalam radar pengembangan migas masa depan di Maluku.

“Masih ada beberapa blok migas yang akan dikelola ke depan seperti Blok Tanimbar Timur dan Blok Seram Aru. Kita doakan bersama agar blok-blok ini dapat menjadikan Maluku sebagai pusat produksi migas yang prospektif di Indonesia,” tandasnya.

Ini bukan sekadar harapan. Ini adalah peta jalan (roadmap) strategis untuk menjadikan Maluku sebagai wilayah produsen energi yang diperhitungkan. Bila dikelola dengan transparan dan berbasis kepentingan rakyat, Maluku tidak hanya akan mandiri energi, tapi juga mandiri fiskal.

Baca Juga :  HENDRIK LEWERISSA & ABDULLAH VANATH: MEMIMPIN DENGAN INTEGRITAS, BUKAN DENGAN PENJILAT!

Presiden Bicara Kedaulatan Energi, Hendrik Bergerak Konkret

Presiden Prabowo Subianto, dalam sambutannya, memberi sinyal kuat soal pentingnya peran daerah dalam membangun ketahanan energi nasional.

“Penandatanganan kontrak ini menjadi langkah penting untuk menambah lifting minyak dan gas Indonesia seiring dengan semakin banyaknya blok migas baru yang dikembangkan,” kata Presiden.

Dan Hendrik Lewerissa telah mengambil langkah konkret itu. Tidak dengan retorika, tapi lewat aksi nyata di forum strategis nasional. Di tangan kepemimpinan yang visioner dan berani seperti ini, Maluku punya peluang untuk mengubah nasib dari pinggiran ke pusat perhitungan.

Kesimpulan: Dari ICE BSD Menuju Energi untuk Negeri

Kontrak PSC Blok Binaiya adalah awal dari babak baru. Di saat banyak daerah di Indonesia Timur terjebak dalam status penonton, Maluku di bawah Gubernur Hendrik Lewerissa memilih menjadi pemain. Pilihan ini tidak hanya berpengaruh pada sektor energi, tetapi juga pada wajah fiskal Maluku yang selama ini masih bergantung pada dana transfer pusat.

Langkah ini harus diikuti dengan penguatan SDM, regulasi daerah yang akomodatif, dan pengawasan yang transparan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Maluku.

Dan bila semua berjalan baik, maka dari Seram Utara — energi untuk negeri — akan benar-benar menjadi kenyataan.

Penulis : Weyber Pagaya,SH

Editor : Tim Redaksi Sakamena News

Berita Terkait

Timothy Ronald, Kalimasada, dan Misi Mencerdaskan Bangsa yang Melampaui Sekadar Angka dan Kriminalisasi Sepihak
DEMO IMM–PMII GUGAT KINERJA KABAG OPS POLRESTA AMBON: KASUS PENUNDAAN EKSEKUSI LAHAN AMAHUSU JADI ATENSI KHUSUS KAPOLDA DAN MABES POLRI
Yayasan Jelay Kasih Indonesia Gelar Seminar dan KKR “Maluku Bangkit dan Bersinar bagi Tuhan”, Didukung Penuh Kementerian Agama Kanwil Maluku dan Asosiasi Pendeta Indonesia 
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia Tekankan Konsolidasi dan Pemberdayaan Daerah di Maluku
Subsidi 3.000 Rumah untuk Maluku: “Gula-gula” dari Pusat di Tengah Kontribusi Jutaan Dolar Sektor Perikanan Selama Puluhan Tahun
PIN Ijazah Alumni Polnam Terkendala Sistem Pusat, Mairuhu Desak Pusdatin
GAKKUM KEHUTANAN SIAPKAN LANGKAH HUKUM TERHADAP PERUSAHAAN TAMBANG DI RAJA AMPAT
Gaji ke-13 Mulai Dicairkan per 2 Juni 2025

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:33 WIT

Timothy Ronald, Kalimasada, dan Misi Mencerdaskan Bangsa yang Melampaui Sekadar Angka dan Kriminalisasi Sepihak

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:16 WIT

DEMO IMM–PMII GUGAT KINERJA KABAG OPS POLRESTA AMBON: KASUS PENUNDAAN EKSEKUSI LAHAN AMAHUSU JADI ATENSI KHUSUS KAPOLDA DAN MABES POLRI

Rabu, 12 November 2025 - 13:15 WIT

Yayasan Jelay Kasih Indonesia Gelar Seminar dan KKR “Maluku Bangkit dan Bersinar bagi Tuhan”, Didukung Penuh Kementerian Agama Kanwil Maluku dan Asosiasi Pendeta Indonesia 

Sabtu, 8 November 2025 - 21:22 WIT

Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia Tekankan Konsolidasi dan Pemberdayaan Daerah di Maluku

Minggu, 21 September 2025 - 00:06 WIT

Subsidi 3.000 Rumah untuk Maluku: “Gula-gula” dari Pusat di Tengah Kontribusi Jutaan Dolar Sektor Perikanan Selama Puluhan Tahun

Berita Terbaru