HOROR DI SUMY: Rudal Rusia Hantam Ibadah Minggu, 34 Tewas dan 117 Terluka

Senin, 14 April 2025 - 03:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Rudal - Foto: Doc CNN Ukraina

Korban Rudal - Foto: Doc CNN Ukraina

Sumy, Ukraina — Teror perang kembali menelan korban jiwa di tengah kota Sumy, Ukraina. Sedikitnya 34 warga sipil tewas dan 117 lainnya luka-luka setelah rudal balistik Rusia menghantam pusat kota saat masyarakat tengah menghadiri ibadah Minggu Palma (Palm Sunday), salah satu hari suci terpenting dalam kalender gereja.

Serangan ini merupakan yang paling mematikan sepanjang tahun 2025 dan menjadi pengingat mengerikan bahwa perang masih jauh dari kata selesai.

Kondisi seorang ibu dan anak yang menjadi korban luka-luka (foto:doc istimewa)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan ini, menyebutnya sebagai aksi teror yang disengaja dan menyerukan respons tegas dari komunitas internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rusia ingin menciptakan teror seperti ini dan sengaja memperpanjang perang. Bicara tidak pernah menghentikan rudal balistik dan bom. Dunia harus memperlakukan Rusia seperti teroris,” tegas Zelensky dalam pidato resminya.

Zelensky mengungkapkan bahwa satu rudal menghantam gedung universitas, dan selang beberapa saat, rudal kedua meledak tepat di atas jalan utama di pusat kota.

Baca Juga :  Walikota Ambon: Media Bukan Musuh, Kepala Sekolah Harus Dekat dengan Pers

Rudal Balistik & Amunisi Cluster

Otoritas Ukraina menduga kuat bahwa Rusia menggunakan amunisi cluster dalam serangan ini — jenis senjata yang melepaskan banyak bahan peledak ke area luas dan sangat berbahaya bagi warga sipil.

Serangan ini jelas menargetkan kerumunan warga sipil. Rudal dengan amunisi cluster adalah cara Rusia membunuh sebanyak mungkin warga,” ungkap Andriy Yermak, Kepala Kantor Presiden Ukraina.


Reaksi Dunia

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut serangan ini sebagai tragedi kemanusiaan dan mendukung langkah Presiden Trump untuk mencari jalan keluar damai dari perang ini.

Serangan mengerikan ini jadi pengingat mengapa Presiden Trump dan timnya bekerja keras menciptakan perdamaian yang berkelanjutan,” tulis Rubio di X.

Keith Kellogg, utusan khusus pemerintahan Trump, juga mengecam keras serangan ini.

Sebagai mantan militer, saya paham soal target serangan. Ini melampaui batas moral. Ini harus dihentikan,” ujarnya.


Sasaran Ibadah & Jalanan Padat

Menurut otoritas setempat, rudal ditembakkan tepat ketika masyarakat memadati pusat kota untuk ibadah Minggu. Kepala Administrasi Militer Sumy, Volodymyr Artyukh, menyebutkan bahwa pada saat serangan, “banyak warga berada di jalanan dan gereja.”

Baca Juga :  Simon Tahamata: “Saatnya Garuda Terbang Tinggi, Enam Poin atau Tidak Sama Sekali!”

Korban Terbanyak Sejak 2023

Serangan ini disebut sebagai yang terburuk sejak tragedi Kupiansk tahun 2023, yang saat itu menewaskan 51 warga sipil dalam satu hari.

Rekaman video dari tempat kejadian memperlihatkan bangunan hancur, kaca-kaca beterbangan, dan tubuh korban berserakan, ditutupi selimut darurat.


Seruan untuk Aksi Global

Zelensky kembali menegaskan bahwa tanpa tekanan nyata terhadap agresor, perdamaian tidak akan pernah tercapai.

Berhenti bicara. Mulailah bertindak. Tekanan internasional harus nyata,” tutupnya.


 

Editor : Weyber Pagaya

Sumber Berita: Kantor Berita Ukraina

Berita Terkait

PT Sinar Hijau Ventures Lepas Ekspor Perdana Tujuh Ton Rempah Maluku ke Vietnam
Yayasan Jelay Kasih Indonesia Gelar Seminar dan KKR “Maluku Bangkit dan Bersinar bagi Tuhan”, Didukung Penuh Kementerian Agama Kanwil Maluku dan Asosiasi Pendeta Indonesia 
Pemkot Ambon, Reza Dari Kadin dan TFL Swedia, Teken MoU Strategis, Dorong Pembangunan Ekonomi Berbasis Lingkungan Hidup
Simon Tahamata: “Saatnya Garuda Terbang Tinggi, Enam Poin atau Tidak Sama Sekali!”
Simon Tahamata: Anak Maluku yang Siap Bikin Garuda Terbang Tinggi!
Simon Tahamata dan Misi Sepak Bola Nasional: Saatnya Maluku Jadi Poros!
“Maluku Bicara untuk Dunia”: FK Unpatti Gemparkan Kancah Ilmiah Lewat ICHM 2025 – Kolaborasi Ilmiah, Kearifan Kepulauan, dan Kepemimpinan yang Visioner
Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Berhasil Gelar ICHM 2025: Inovasi Kesehatan untuk Mengatasi Tantangan Wilayah Kepulauan

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 13:04 WIT

PT Sinar Hijau Ventures Lepas Ekspor Perdana Tujuh Ton Rempah Maluku ke Vietnam

Rabu, 12 November 2025 - 13:15 WIT

Yayasan Jelay Kasih Indonesia Gelar Seminar dan KKR “Maluku Bangkit dan Bersinar bagi Tuhan”, Didukung Penuh Kementerian Agama Kanwil Maluku dan Asosiasi Pendeta Indonesia 

Rabu, 10 September 2025 - 10:01 WIT

Pemkot Ambon, Reza Dari Kadin dan TFL Swedia, Teken MoU Strategis, Dorong Pembangunan Ekonomi Berbasis Lingkungan Hidup

Kamis, 5 Juni 2025 - 11:11 WIT

Simon Tahamata: “Saatnya Garuda Terbang Tinggi, Enam Poin atau Tidak Sama Sekali!”

Senin, 26 Mei 2025 - 03:20 WIT

Simon Tahamata: Anak Maluku yang Siap Bikin Garuda Terbang Tinggi!

Berita Terbaru