SAKAMENA NEWS, Ambon – Dalam suasana penuh haru dan kekhidmatan, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena secara resmi melepas keberangkatan 321 jemaah calon haji (JCH) Kota Ambon pada Senin pagi (5/5/2025) di Gedung Asari Al-Fatah. Acara ini menjadi lebih dari sekadar prosesi rutin tahunan; ia menjelma menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus solidaritas sosial yang menandai eratnya ikatan antara pemerintah dan warganya dalam hal keimanan dan pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bodewin Wattimena menyampaikan pesan moral dan spiritual kepada seluruh calon jemaah. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik ke tanah suci, tetapi juga perwujudan nilai-nilai ketakwaan, kesabaran, dan pengabdian total kepada Tuhan.
“Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan jangan pernah lupa—di tengah lautan manusia di Tanah Suci—angkat doa untuk Ambon, kota yang kita cintai bersama. Doakan agar kota ini dijauhkan dari bencana, diberkahi dalam damai, dan sejahtera dalam keberagaman,” ujar Wali Kota dengan suara bergetar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sorotan menarik dalam pelepasan tahun ini adalah dominasi peserta dari kalangan ibu rumah tangga. Menurut Wali Kota, hal ini mencerminkan kekuatan iman dan pengorbanan luar biasa dari kaum perempuan Ambon dalam menunaikan rukun Islam kelima. “Mereka adalah teladan ketekunan dan kekuatan hati,” imbuhnya.
Hadir pula dalam acara tersebut jajaran Forkopimda Kota Ambon, perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, Kepala Kantor Kemenag Kota Ambon, tokoh-tokoh agama, serta keluarga para jemaah. Dari pihak BAZNAS Kota Ambon, Wakil Ketua I Hi. Achmad Salim dan Wakil Ketua IV Hj. Rabea Kiat turut mendampingi prosesi dan menyampaikan dukungan institusional terhadap misi spiritual ini.
Momentum pelepasan ini tidak hanya menegaskan kesiapan administratif dan logistik keberangkatan haji, tetapi juga menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat. Wali Kota menegaskan komitmen Pemkot Ambon untuk terus memperkuat layanan ibadah, termasuk fasilitasi informasi, transportasi, dan pembinaan manasik yang lebih komprehensif ke depan.
Dalam lanskap yang lebih luas, kehadiran pemimpin daerah dalam pelepasan jemaah bukanlah simbol seremonial semata. Ia mencerminkan wajah negara yang hadir mendampingi warga dalam momen-momen paling sakral dalam hidupnya—dan pada saat yang sama, mengakar pada filosofi pelayanan publik berbasis nilai-nilai spiritual dan kultural lokal.
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








