“Gubernur HL Harap Duet Umasugi-Sudarmo Jadi Energi Baru bagi Bumi Bupolo”
SAKAMENA NEWS, MALUKU – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan harapan besar usai melantik secara resmi Bupati dan Wakil Bupati Buru, Ikram Umasugi dan Sudarmo, dalam sebuah prosesi kenegaraan yang sarat makna. Pelantikan tersebut menandai babak baru bagi Kabupaten Buru setelah melewati proses panjang demokrasi yang berakhir di Mahkamah Konstitusi. Kini, kabupaten yang dikenal sebagai jantung ekonomi di barat Maluku itu kembali memiliki nakhoda definitif untuk menakhodai pembangunan lima tahun ke depan.
Dalam pernyataannya, Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hanya formalitas administratif. Ia melihatnya sebagai momentum penting bagi pemulihan kepercayaan publik, rekonsiliasi politik, dan percepatan pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan pelantikan ini, kita berharap pemerintahan baru bisa langsung bekerja efektif, melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buru secara penuh,” ujar HL.
Menurut Gubernur Hendrik, Kabupaten Buru, seperti beberapa daerah lainnya di Maluku, masih dihadapkan pada sejumlah tantangan besar. Masalah kemiskinan, pengangguran, kesenjangan infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya alam yang belum berkelanjutan menjadi agenda prioritas yang harus segera ditangani oleh pasangan kepala daerah baru.
“Tugas mereka tidak ringan. Tapi dengan sinergi, saya yakin tantangan itu bisa diatasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsolidasi pemerintahan pasca-Pilkada. Menurut Lewerissa, kontestasi politik yang sempat memanas dan berujung ke ranah hukum telah menciptakan polarisasi dan perpecahan di tengah masyarakat. Karena itu, kepemimpinan Umasugi-Sudarmo harus diawali dengan pendekatan yang merangkul seluruh elemen rakyat.
“Saya minta agar konsolidasi tidak hanya dilakukan di jajaran birokrasi, tapi juga menyentuh akar rumput. Rakyat butuh pemimpin yang bisa memulihkan suasana sosial yang sempat terbelah,” katanya.
Sinkronisasi Perencanaan: RPJMD, Asta Cipta, dan Sapta Cinta
Dalam arahannya, Gubernur Hendrik Lewerissa juga menekankan pentingnya harmonisasi perencanaan pembangunan daerah. Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Buru segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang diselaraskan dengan RPJMN nasional dan RPJMD Provinsi Maluku.
Lebih jauh, HL menekankan agar program-program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cipta, serta program strategis Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath dalam Sapta Cipta, dapat menjadi acuan sinkronisasi di tingkat kabupaten.
“Kita tidak bisa bekerja begitu saja. Semua level pemerintahan harus terintegrasi agar hasilnya maksimal. Kabupaten Buru harus menjadi bagian penting dalam orkestrasi pembangunan Maluku dan nasional,” ujarnya.
Harapan Besar dari Ambon untuk Namlea
Mengakhiri pernyataannya, Gubernur HL menyampaikan keyakinan dan dukungan penuh kepada Bupati Ikram Umasugi dan Wakil Bupati Sudarmo. Ia menyebut keduanya sebagai tokoh yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kedekatan dengan rakyat.
“Saya menaruh harapan besar bahwa Pa Umasugi dan Pa Sudarmo akan menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata. Bukan hanya pemimpin administratif, tapi juga pemimpin moral yang hadir di tengah rakyat dan bekerja dengan integritas.”
Pelantikan ini bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang menuntut komitmen, kerja keras, dan keberanian mengambil keputusan strategis. Dengan harapan yang telah diletakkan, kini bola ada di tangan duet Umasugi-Sudarmo untuk menjawabnya dengan kerja nyata dan keberpihakan terhadap rakyat Buru.
Penulis : Weyber Pagaya,SH
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








