SAKAMENA | Dobo – Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo, Rusman Wusurwut, menegaskan adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam upaya penataan serta perbaikan fasilitas Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru. Dukungan ini dinilai penting untuk menjamin keselamatan penumpang serta menghindari desakan pengunjung dan pedagang asongan saat keluar masuk pelabuhan.
“Guna menjamin keselamatan dan menghindari desakan penumpang, pengunjung dan pedagang asongan saat masuk keluar Pelabuhan, pemerintah dalam hal ini pak bupati telah mendukung kami untuk melakukan penataan dan perbaikan fasilitas pelabuhan Yos Sudarso Dobo,” ujar Rusman Wusurwut usai kegiatan jalan santai menyongsong Hari Perhubungan Nasional Ke-54, Selasa (16/9/2025).
Sejak ditugaskan di Aru, Rusman melakukan pembenahan akses pelabuhan yang sebelumnya hanya memiliki satu pintu masuk dan keluar. Dengan dukungan pemerintah daerah, kini pelabuhan telah memiliki dua jalur: pintu utama dijadikan jalur keluar, sementara pintu baru yang berada di samping kantor digunakan sebagai jalur masuk penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Walaupun pintu masuk itu arealnya agak sempit, tetapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk tetap melayani masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Rusman menyebut rencana lanjutan berupa pengaspalan jalan pintu masuk yang kini masih tanah, setelah mendapat dukungan dari Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel.
“Kami sudah mendapat dukungan dari pak Bupati, untuk jalan pintu masuk pelabuhan yang belum diaspal itu, rencananya ke depan akan diaspal,” jelasnya.
Tidak hanya itu, langkah strategis lainnya adalah rencana pembongkaran kantor Syahbandar untuk memperluas terminal pelabuhan. Nantinya, ruang tunggu penumpang akan dialihfungsikan sebagai kantor Syahbandar, sementara lahan bekas kantor dimanfaatkan guna membuka akses bagi pelayaran besar seperti PT Temas dan PT Meratus Line masuk ke Dobo.
Menurut Rusman, perluasan terminal dan penataan fasilitas diharapkan mampu membuka persaingan layanan pelayaran dan menekan tingginya biaya logistik.
“Dengan adanya perluasan terminal dan penataan fasilitas Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, bisa ada pelayaran kapal lain yang masuk Dobo dalam persaingan terkait biaya kontainer, sehingga diharapkan dapat menghilangkan disparitas harga barang secara signifikan akibat biaya logistik dan transportasi yang tinggi,” ungkapnya.
Rusman menyadari posisi pelabuhan yang berada dekat dengan pemukiman masyarakat membuat penataan tidak mudah. Namun, ia optimis perubahan bertahap akan membawa manfaat besar bagi aktivitas transportasi laut di Kepulauan Aru.
Penulis : Weyber Pagaya,SH
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








