Sakamenanews.com, Ambon — Suasana penuh sukacita mewarnai perayaan HUT ke-39 Wadah Pelayanan Laki-Laki Jemaat GPM Passo Pada Rabu (24/9/25), yang digelar di Gereja Nafiri Sion Larier, Kecamatan Baguala, pada pukul 18.00 WIT.
Acara yang dimulai dengan ibadah syukur ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum iman yang membangun kebersamaan jemaat. Seusai ibadah, dilanjutkan dengan potong tumpeng, makan bersama, dan penampilan delapan vocal group serta paduan suara yang menambah kemeriahan suasana.
Ketua Komisi Kemitraan Wadah Pelayanan Laki-Laki dan Perempuan Jemaat GPM Passo, Marthen Sarimanela, menegaskan, “Perayaan HUT ini adalah bentuk syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan. Kami berdiri teguh karena kami percaya jerih payah pelayanan di dalam Tuhan tidak pernah sia-sia.” Kutipan ini sejalan dengan firman Tuhan dalam 1 Korintus 15:58, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perayaan HUT ke-39 ini juga menjadi wadah refleksi bagi jemaat untuk melihat perjalanan pelayanan kaum laki-laki di tengah gereja. Ketua Majelis Jemaat GPM Passo, Pdt. Mathias Tomatala, S.Th, dalam sambutannya menyampaikan, “Kami bersyukur karena semua rangkaian kegiatan dari awal hingga puncak perayaan telah berlangsung dengan baik. Antusias jemaat sungguh nyata, karena komisi tetap menjalankan fungsi dan perannya, ditopang oleh majelis subseksi kemitraan.”
Lebih lanjut, Pdt. Tomatala menekankan bahwa, ibadah syukur ini bukan hanya mengenang usia pelayanan, melainkan juga panggilan iman untuk menjadi teladan dalam semangat persatuan.
“Mudah-mudahan kita semua di jemaat ini mensyukuri HUT ke-39 laki-laki GPM bukan sebagai perayaan yang sia-sia, tetapi sebagai kesempatan untuk membangun iman yang hidup, menjadi teladan, dan penuh semangat bagi pelayanan gereja di masa mendatang,” ujarnya penuh harapan.
Momentum HUT ini menghadirkan pesan spiritual yang dalam: laki-laki gereja dipanggil bukan hanya untuk kuat dalam kepemimpinan, tetapi juga setia dalam melayani, bersatu, dan membangun jemaat. Dalam iman Protestan, kesetiaan pelayanan selalu dituntun oleh kasih Kristus, sebagaimana tertulis dalam Galatia 6:9, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” Dengan dasar inilah, harapan besar digemakan bahwa ke depan laki-laki GPM Passo akan terus giat, teguh, dan menjadi berkat bukan hanya bagi gereja, melainkan juga masyarakat luas.
Penutup acara ini diwarnai dengan doa bersama yang menjadi simbol penguatan iman dan tekad pelayanan, sehingga jemaat percaya bahwa, persekutuan yang kokoh dalam Tuhan akan selalu membawa sukacita dan damai sejahtera bagi semua.
Penulis : WP








