AMBON, SAKAMENA NEWS – Komitmen PT Bank Maluku Maluku Utara (Malut) untuk menghadirkan layanan perbankan yang inklusif semakin nyata. Melalui program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai), Bank Maluku Malut kini resmi menghadirkan “Bank Masuk Desa” yang beroperasi hingga 24 jam melalui mitra agen di tengah pemukiman warga.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil, pesisir, dan pegunungan tidak lagi kesulitan mengakses layanan perbankan dasar tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang.
Bank di Teras Rumah: Solusi Tanpa Antre
Dengan hadirnya Agen Laku Pandai, nasabah kini bisa melakukan berbagai transaksi hanya dengan mendatangi tetangga atau toko kelontong yang telah bermitra resmi dengan Bank Maluku Malut. Keunggulannya meliputi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Akses Tanpa Batas: Transaksi bisa dilakukan kapan saja (24 jam), menyesuaikan dengan waktu operasional toko agen, sangat membantu untuk kebutuhan mendesak di malam hari.
-
Layanan Lengkap: Masyarakat bisa melakukan setor tunai, tarik tunai, transfer antarbank, hingga pembayaran tagihan bulanan (Listrik, BPJS, dll).
-
Keamanan Terjamin: Setiap transaksi menggunakan mesin EDC atau aplikasi resmi yang terkoneksi langsung ke sistem pusat Bank Maluku Malut.
Pemberdayaan Ekonomi Pelaku Usaha Kecil
Program ini bukan hanya soal nasabah, tapi juga tentang pemberdayaan ekonomi lokal. Para pemilik usaha kecil di desa yang menjadi Agen Laku Pandai akan mendapatkan penghasilan tambahan melalui skema fee-based income dari setiap transaksi yang dilakukan.
“Kami ingin bank ini ada di mana-mana. Dengan Agen Laku Pandai, masyarakat desa merasa memiliki akses yang sama dengan masyarakat di kota. Ini adalah cara kami memutar roda ekonomi dari unit terkecil, yaitu desa,” ujar pihak manajemen Bank Maluku Malut.
Mendukung Inklusi Keuangan Nasional
Langkah Bank Maluku Malut ini sejalan dengan target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan di Indonesia Timur. Dengan semakin banyaknya agen yang tersebar, diharapkan masyarakat tidak lagi menyimpan uang di bawah bantal, melainkan mulai memanfaatkan sistem perbankan yang lebih aman dan produktif.








