Sakamenanews.com – Ambon, 13 Desember 2024, Dugaan penyalahgunaan aset negara yang melibatkan keluarga anggota DPR RI Komisi III, Widya Pratiwi Murad, yang juga istri mantan Gubernur Maluku, Murad Ismail, semakin meluas.
Selain tuduhan menyembunyikan mobil dinas berplat merah DE 1347 LM yang diganti menjadi plat hitam bodong DE 28 W, keluarga ini juga diduga menyembunyikan dua unit sepeda motor dinas jenis Honda CRF 250 Rally yang seharusnya berada di kediaman resmi Wailela, Ambon.
Pernyataan dari Lembaga Investigasi Negara
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Lembaga Investigasi Negara, Weyber Pagaya, S.H., mengungkapkan bahwa, kedua sepeda motor dinas tersebut telah dilaporkan hilang.
“Menurut catatan administrasi, motor dinas Honda CRF 250 Rally seharusnya berada di kediaman Wailela. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, kendaraan tersebut tidak ditemukan di lokasi. Ini jelas menimbulkan kecurigaan bahwa kendaraan tersebut telah dialihkan atau disembunyikan,” ujar Weyber.
Ia menegaskan bahwa, tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap pengelolaan aset negara.
“Aset-aset seperti ini adalah fasilitas negara yang harus dikelola dengan baik untuk kepentingan pelayanan publik. Menghilangkan atau menyembunyikannya adalah, tindakan yang tidak dapat ditoleransi,” tambahnya.
Aset Negara yang Diduga Disalahgunakan
Sepeda motor Honda CRF 250 Rally yang hilang tersebut, merupakan kendaraan dinas yang dirancang untuk operasional di daerah sulit dijangkau. Hilangnya kendaraan ini menambah panjang daftar dugaan penyalahgunaan aset negara oleh keluarga Murad Ismail.
“Motor-motor ini penting untuk mendukung operasional di wilayah terpencil di Maluku. Tidak ada barang (kendaraan) di tempat yang seharusnya, yakni kediaman Wailela, menunjukkan ada indikasi kuat bahwa aset-aset ini telah dikuasai secara ilegal,” tegas Weyber.
Reaksi Publik dan Aparat Penegak Hukum
Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat, yang mendesak tindakan tegas dari aparat hukum.
“Kami berharap, penyelidikan ini dilakukan secara menyeluruh dan tanpa pandang bulu. Jika benar ada pelanggaran, semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab,” ujar seorang aktivis anti-korupsi di Ambon.
Pihak aparat penegak hukum dilaporkan sedang mengumpulkan bukti tambahan, untuk menindaklanjuti kasus ini. Hingga saat ini, Widya Pratiwi Murad maupun pihak keluarganya, belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.
Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari aparat untuk menyelesaikan kasus ini secara transparan dan adil, sekaligus memastikan tidak ada lagi penyalahgunaan aset negara di masa depan.
Penulis : WP








