SAKAMENA | AMBON — Komisi III DPRD Kota Ambon melakukan kunjungan kerja ke Bank Maluku Malut dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD, khususnya di bidang ekonomi, keuangan daerah, dan pelayanan publik.
Pertemuan tersebut berlangsung di Lantai 4 Kantor Pusat Bank Maluku Malut, Selasa (20 Januari 2026), dan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Hary Putra Far Far, serta diterima oleh Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, bersama jajaran manajemen.

Fokus Digitalisasi Retribusi Daerah
Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Hary Putra Far Far, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama pertemuan adalah kesiapan Bank Maluku Malut dalam mendukung digitalisasi penarikan retribusi daerah, khususnya retribusi parkir dan pajak daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini Komisi III DPRD Kota Ambon melakukan kunjungan ke Bank Maluku Malut dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas beberapa materi substansial yang berkaitan langsung dengan fungsi kami sebagai DPRD, terkhusus Komisi III,” ujar Hary.
Menurutnya, digitalisasi retribusi menjadi kebutuhan mendesak untuk menghindari kebocoran pendapatan daerah serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan.
“Tujuan digitalisasi ini sederhana, pertama untuk menghindari kebocoran, dan kedua untuk efisiensi serta efektivitas. Kami berharap Bank Maluku Malut bisa mendukung penuh seluruh program Pemerintah Kota Ambon yang berkaitan dengan digitalisasi,” tegasnya.
Hary mengungkapkan bahwa Bank Maluku Malut telah menyiapkan sistem dan aplikasi pendukung, termasuk mesin EDC/EMPOS, yang salah satu percontohannya akan diterapkan di parkiran Pasar Apung.
“Kami berharap ke depan lebih banyak EMPOS yang bisa disediakan untuk ruas-ruas parkir progresif yang akan kita digitalisasikan, agar ini menjadi pembiasaan bagi warga Kota Ambon,” tambahnya.
Dukungan CSR untuk Penanganan Sampah
Selain digitalisasi, Komisi III juga meminta dukungan Bank Maluku Malut dalam penanganan persoalan sampah di Kota Ambon, di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Dengan kondisi fiskal daerah yang terbatas, kami meminta dukungan Bank Maluku Malut. Dan kami mengapresiasi karena Pak Direktur Utama langsung menyampaikan kesiapan bank untuk memberikan satu unit mobil pick up melalui program CSR,” ungkap Hary.
Mobil tersebut rencananya akan digunakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon guna mendukung visi dan misi Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, dalam menuntaskan persoalan sampah dari hulu hingga hilir.
“Ini bentuk sinergi nyata. Kami berharap ke depan akan ada lebih banyak kerja sama yang bisa dibangun,” ujarnya.
DPRD Dorong Penguatan Bank Daerah
Dalam kesempatan itu, Komisi III DPRD juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan Bank Maluku Malut sebagai bank milik daerah.
“Kami mendorong agar seluruh kerja sama pemerintah daerah dengan pihak ketiga sebisa mungkin melibatkan Bank Maluku Malut, karena ini bank kita sendiri,” kata Hary.
Ia juga menyinggung rencana pembagian dividen Bank Maluku Malut yang diperkirakan mencapai sekitar Rp9 miliar, yang diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menambah penyertaan modal ke depan.
“Ini investasi yang sangat menguntungkan dan sejalan dengan kontribusi CSR yang diberikan Bank Maluku Malut,” pungkasnya.

Bank Maluku Malut Paparkan Kinerja Keuangan 2025
Sementara itu, Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, menyampaikan bahwa kunjungan DPRD menjadi momentum penting untuk melaporkan kinerja bank kepada para pemangku kepentingan.
“DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah stakeholder kami. Maka kami berkewajiban melaporkan kinerja Bank Maluku Malut,” ujarnya.
Syahrisal mengungkapkan bahwa meskipun tahun 2025 diwarnai tekanan ekonomi global dan nasional, Bank Maluku Malut justru mencatatkan kinerja positif.
“Di tengah kontraksi ekonomi nasional dan global, aset Bank Maluku Malut tumbuh lebih dari 19 persen, kredit tumbuh 18,8 persen, dan laba bersih meningkat hingga 30 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, rasio keuangan bank berada pada kondisi sehat, dengan CAR di atas 30 persen, ROA sebesar 2,7 persen, serta NPL terjaga di kisaran 1 persen.
“OJK menilai Bank Maluku Malut dalam kondisi sehat, dan kami sudah empat tahun berturut-turut berada pada kategori tersebut,” tegas Syahrisal.
Siap Dukung Digitalisasi dan Pinjaman Daerah
Terkait digitalisasi, Syahrisal menegaskan kesiapan Bank Maluku Malut dalam mendukung sistem pembayaran digital retribusi, pajak daerah, hingga implementasi SIPD.
“Kami siap mendukung digitalisasi parkir, PBB berbasis barcode, hingga SIPD yang merupakan sistem nasional. Bahkan beberapa daerah sudah kami implementasikan,” katanya.
Namun ia juga menekankan pentingnya kontrol dan monitoring dari pemerintah daerah agar perangkat digital yang disediakan benar-benar digunakan.
“Kalau alat sudah dipasang tapi tidak digunakan, tentu perlu pengawasan. Kami juga sudah menyiapkan sistem monitoring untuk itu,” ujarnya.
Selain itu, Bank Maluku Malut juga menyatakan kesiapan memberikan pinjaman daerah dengan skema terbaik sesuai ketentuan.
“Pada dasarnya kami siap memberikan pembiayaan daerah, dan semakin cepat direalisasikan tentu semakin baik,” tutup Syahrisal.
SAKAMENA
Penulis : SN-WP
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








