Panen Perdana Nilam di Tawiri: KPH Ambon dan Kelompok Tani Citra Aroma Siap Jadikan Maluku Pusat Minyak Atsiri

Kamis, 25 September 2025 - 10:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAKAMENA NEWS | Maluku – Panen perdana tanaman Nilam di Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, pada Kamis (25/9/2025) menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat setempat. Tanaman yang ditanam sejak Februari 2025 di lahan seluas 1 hektare kini menghasilkan panen perdana dengan kualitas unggul. Momen ini menandai sinergi kuat antara pemerintah, kelompok tani, dan investor dalam mengembangkan komoditas atsiri bernilai tinggi

Kepala UPTD KPH Ambon, Niny Suryany Murny Salampessy, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa, panen Nilam dilakukan secara bertahap karena keterbatasan mesin penyulingan yang hanya mampu menampung 100 kilogram sekali proses.

“Dari lahan 1 hektare ini, panen akan dilakukan sampai 10 kali. Harga Nilam saat ini berkisar Rp875 ribu per kilogram, walau bulan lalu sempat mencapai Rp2 juta. Namun kualitas kita terbaik karena menggunakan bibit Aceh yang memang nomor satu di Indonesia. Semua hasil panen diberikan langsung kepada kelompok tani, sementara KPH hanya mendampingi dan memberi motivasi. Ini murni untuk pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Niny juga menegaskan bahwa, Nilam memiliki potensi jangka panjang karena bisa dipanen berulang hingga dua tahun sebelum peremajaan.

“Panen perdana ini baru awal. Selanjutnya akan ada panen kedua pada Desember mendatang. Dengan pola budidaya yang sederhana namun terukur, Nilam bisa menjadi komoditas unggulan yang memberi nilai tambah besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Niny juga menyampaikan pesan dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadilla, S.Hut., M.Si., yang memberikan apresiasi dan dorongan penuh atas inisiatif ini.

“Pak Kadis berpesan agar keberhasilan di Tawiri tidak berhenti di sini saja, tetapi juga dapat dikembangkan di desa-desa lain di Maluku. Dengan begitu, Nilam dapat menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu mengangkat nama Maluku di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkap Niny menyampaikan arahan Kadis.

Ketua Kelompok Tani Citra Aroma, Dias, menjelaskan lebih detail mengenai teknis panen dan proses pengolahan minyak Nilam.

“Waktu panen sangat menentukan, tidak boleh siang hari karena minyak bisa menguap terbawa angin. Panen sebaiknya dilakukan pagi sebelum jam 10.00 atau sore pukul 16.00. Setelah dipotong, Nilam dikeringkan dengan angin, dicacah, lalu disuling melalui proses destilasi hingga menghasilkan minyak murni,” paparnya.

Dias juga menyampaikan bahwa, keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan pemerintah.

“Kami banyak mendapat arahan dari KPH, mulai dari penanaman, pemeliharaan, sampai pengolahan. Kami berharap lebih banyak masyarakat desa ikut menanam Nilam agar bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Nilam ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk parfum, tapi juga kosmetik dan aromaterapi yang bernilai tinggi di pasar,” tegasnya.

Panen perdana Nilam di Tawiri menegaskan bahwa, dengan dukungan pemerintah, ketelatenan petani, dan minat investor, Maluku memiliki peluang besar menjadi pusat minyak atsiri Indonesia. Sinergi antara KPH Ambon dan Kelompok Tani Citra Aroma menjadi bukti nyata bahwa, pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Maluku Soroti Persoalan Pendidikan di SBB

Turut Hadir, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadilla, S.Hut., M.Si., Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Maluku,Jusak Bernard Sahumena, S.Hut., Kepala KPH Seram Bagian Barat, Fence Purimahua, S.H., S.Hut., M.Si., Kepala BPHL Wilayah XIV Ambon, Plaghelmo Seran, S.Hut., M.Si. beserta unsur terkait.

Baca Juga :  Ketua DPRD Maluku Desak Gubernur Selesaikan Tunggakan Tunjangan ASN

Foto-foto Kegiatan di Lokasi Lahan Perkebunan Nilam di Tawiri:

Berita Terkait

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!
Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah
Aset Nganggur di Maluku Siap Dilelang, BPKAD: Daripada Jadi Beban, Lebih Baik Jadi PAD
Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional
Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!
Dobrak Batas Geografis, Bank Maluku Malut Sebar Agen Laku Pandai 24 Jam Hingga ke Pelosok Desa!
Bank Maluku Malut ‘Tancap Gas’ Lewat SIPD RI, Pembayaran Vendor Pemda Makin Kilat!
Akselerasi Digital: Bank Maluku Malut Integrasikan SIPD RI, Bayar Vendor Pemda Kini Hitungan Menit

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:32 WIT

Sambut Mudik Lebaran 2026: Kuota Tiket Kapal Naik 40%, 14.000 Slot Disiapkan!

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:10 WIT

Dirut PT. Pelayaran Dharma Indah: Penurunan Harga Tiket di MBD Perlu Subsidi Pemerintah

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:39 WIT

Aset Nganggur di Maluku Siap Dilelang, BPKAD: Daripada Jadi Beban, Lebih Baik Jadi PAD

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:17 WIT

Bank Maluku Malut “Go Global”! Debit Card Segera Terhubung Jaringan Visa, Transaksi Kini Tembus Pasar Internasional

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:12 WIT

Percepat Infrastruktur, Bank Maluku Malut Kucurkan Kredit Khusus Proyek Strategis Daerah!

Berita Terbaru