SAKAMENA – Setelah puluhan tahun bersengkarut, Terminal Mardika akhirnya bersih dari pedagang. Penertiban besar-besaran yang dipimpin langsung Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, pada 28 April lalu jadi bukti nyata bahwa pemerintah mendengar keluhan sopir angkot.
Tapi ironisnya, justru setelah terminal kosong sesuai tuntutan mereka, sebagian sopir angkot malah ogah masuk ke dalam terminal. Hasilnya? Titik-titik macet baru bermunculan—di jembatan Pantai Losari, depan Bank BCA, sampai badan jalan sekitar Mardika.
“Kita sudah sosialisasi. Tapi masih saja banyak yang ngetem di luar,” kata Kadis Perhubungan Ambon, Yan Suitela, kepada Sakamena, Minggu (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dishub mengaku tak tinggal diam. 41 angkot sudah ditilang dalam dua hari terakhir. Beberapa trayek seperti angkot hijau (Amahusu–Latuhalat) sudah mulai diarahkan masuk ke terminal. Bahkan angkot biru dari Terminal A2 didorong masuk ke area utama, demi mencegah pedagang balik lagi isi ruang kosong.
Tapi yang belum berubah adalah pola pikir.
“Supir bandel, penumpang pun masih cuek. Padahal kita mau semua tertib, masuk keluar dari terminal,” tegas Suitela.
Terminal itu ruang publik, bukan tempat tawar-menawar kesadaran.
Sopir minta pedagang keluar. Sekarang giliran siapa yang harus masuk?
#TertibItuHargaMati
#JangCumaTuntutKalauSengMauTertib
#Sakamena
Penulis : Weyber Pagaya,SH
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








