SAKAMENA NEWS, Maluku – Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Maluku, Zamroni Syafy Vanath, memberikan apresiasi atas langkah cepat dan sigap Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, dan Kapolda Maluku dalam menangani dan menyelesaikan konflik antar warga di Seram Utara.
Menurut Zamroni, kehadiran langsung ketiga pimpinan tersebut di lokasi konflik merupakan wujud nyata kepemimpinan yang bijak, peduli, dan memahami budaya orang Maluku.
“Gubernur Maluku sebagai Upu Latu Maluku bersama Pangdam dan Kapolda telah menunjukkan sikap seorang pemimpin berbudaya. Mereka turun langsung ke Negeri Sawai, Masihulan, dan Rumaholat di Seram Utara bukan sekadar menjalankan tugas, tapi juga sebagai simbol orang tua bagi anak-anaknya di negeri orang basudara,” ujar Zamroni dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutkan, Pulau Seram atau Nusa Ina merupakan pulau ibu bagi budaya orang Maluku. Menurutnya, Seram sebagai bumi lahirnya budaya Siwa Lima harus menjadi simbol perdamaian dan kekuatan hidup orang basudara.
“Pulau Seram itu ibu dari semua budaya di bumi Siwa Lima. Sebagai pulau ibu, Seram harus terus menggendong nilai-nilai hidup orang basudara demi menjaga Maluku pung bae,” tambahnya.
Zamroni juga mengajak seluruh kader dan simpatisan PSI di Maluku dari DPW, DPD dan DPC untuk ikut berperan menjaga perdamaian dan persatuan.
“Hidup orang basudara itu bukan sekadar slogan. Itu budaya orang Maluku yang harus kita rawat. Seng ada untung katong baku lawan terus. Potong di kuku rasa di daging, sagu salempeng dibagi dua. Kalau bukan katong jaga Maluku, sapa lai?” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa damai itu indah dan menjadi kekuatan utama orang Maluku dari dulu hingga sekarang.
Penulis : Zamroni Syafy Vanath
Editor : Weyber Pagaya,SH








