Bentrokan Berdarah di Maluku Tenggara: 2 Warga Tewas, 16 Orang Luka-Luka Termasuk 9 Polisi

Senin, 17 Maret 2025 - 00:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAKAMENANEWS.COM Maluku Tenggara – Ketegangan memuncak di Kabupaten Maluku Tenggara pada Minggu (16/3/2025) dini hari, saat dua kelompok pemuda terlibat bentrokan hebat di Taman Landmark, Kecamatan Kei Kecil. Insiden tragis ini mengakibatkan 16 orang mengalami luka-luka, termasuk 9 anggota Polres Maluku Tenggara. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat bentrokan tersebut.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Areis Aminnulla, S.IK., M.H., mengungkapkan bahwa bentrokan bermula sekitar pukul 01.10 WIT ketika sekelompok pemuda dari Lorong Perumda menyerang pemuda Lorong Karang Tagepe dengan busur panah. Meskipun aparat kepolisian sempat membubarkan massa, kelompok tersebut kembali berkumpul di depan kantor DPRD Maluku Tenggara dan melanjutkan serangan.

Baca Juga :  Kayu Belo Hitam, Dokumen Murah: Skandal Baru, "IK" – Oknum DISHUT Diduga Dalang, Gubernur Maluku Diminta Bertindak Tegas

Ketegangan semakin memuncak ketika pukul 02.10 WIT, seorang anggota Reskrim yang berupaya melerai justru diserang dengan parang dan mengalami luka serius di kepala. Upaya petugas untuk menangkap pelaku mendapat perlawanan sengit, dengan serangan panah dan senapan angin yang menyebabkan lebih banyak korban di pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aparat keamanan akhirnya berhasil mengendalikan situasi, sementara Polda Maluku telah mengantongi identitas pelaku yang menyerang anggota kepolisian. Kombes Areis menegaskan bahwa penyelidikan terus berlanjut dan meminta keluarga pelaku untuk segera menyerahkan diri.

Baca Juga :  Wabup Maluku Tengah Mario Lawalata Tinjau Lokasi Konflik: Imbau Warga Tahan Diri dan Jaga Perdamaian

“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri. Semua pihak yang terlibat dalam bentrokan ini akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kombes Areis.

Situasi di Maluku Tenggara kini berangsur kondusif, namun aparat keamanan tetap bersiaga guna mencegah bentrokan susulan.

Penulis : Weyber Pagaya,SH

Berita Terkait

Tuhuleruw Tutup Tambang Pasir Hative Besar, Pemerintah Negeri, Saniri dan PT Prima Jaya Digugat, Sidang Pertama, Ketiga Tergugat Tidak Hadir
DEMO IMM–PMII GUGAT KINERJA KABAG OPS POLRESTA AMBON: KASUS PENUNDAAN EKSEKUSI LAHAN AMAHUSU JADI ATENSI KHUSUS KAPOLDA DAN MABES POLRI
Periksa Dugaan Penyimpangan DD–ADD Hative Besar Mandek, Inspektorat Dinilai Tak Konsisten dengan Pernyataan Sendiri
Skandal “Kepeng” Rp500 Juta Tanpa Bukti: Dua Pengacara Senior AH dan RL Diduga Gelapkan Dana, Mahkamah Agung Ikut Terseret
Berkas Hative Besar Dilimpahkan dari Kejaksaan, Inspektorat Kerja “Gercep” 
Mahasis Asal SBT “Dapa Potong” Ketua LSM Pelopor Maluku Desak Polda Bertindak Cepat “Jangan Tunggu Kami Turun ke Jalan”
Saniri Negeri Diduga Gagal Kawal Pemerintahan, Masyarakat Adat Hative Besar Desak Pergantian Total
Babak Baru: Keluarga Tuhuleruw Tutup Tambang Galian C Hative Besar, Dana Setoran Rp1,6 M Kini Dipertanyakan

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:19 WIT

Tuhuleruw Tutup Tambang Pasir Hative Besar, Pemerintah Negeri, Saniri dan PT Prima Jaya Digugat, Sidang Pertama, Ketiga Tergugat Tidak Hadir

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:16 WIT

DEMO IMM–PMII GUGAT KINERJA KABAG OPS POLRESTA AMBON: KASUS PENUNDAAN EKSEKUSI LAHAN AMAHUSU JADI ATENSI KHUSUS KAPOLDA DAN MABES POLRI

Rabu, 10 Desember 2025 - 12:01 WIT

Periksa Dugaan Penyimpangan DD–ADD Hative Besar Mandek, Inspektorat Dinilai Tak Konsisten dengan Pernyataan Sendiri

Jumat, 28 November 2025 - 12:56 WIT

Skandal “Kepeng” Rp500 Juta Tanpa Bukti: Dua Pengacara Senior AH dan RL Diduga Gelapkan Dana, Mahkamah Agung Ikut Terseret

Senin, 24 November 2025 - 11:19 WIT

Berkas Hative Besar Dilimpahkan dari Kejaksaan, Inspektorat Kerja “Gercep” 

Berita Terbaru