SAKAMENA NEWS – Masohi adalah kota bersejarah di Timur Indonesia, Provinsi Maluku, yang didirikan langsung oleh Sang Proklamator, Ir. Soekarno. Nama “Masohi” diangkat dari kultur dan budaya di Pulau Ibu, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Maluku.
Slogan ini tepat untuk menegaskan pentingnya melestarikan budaya dan tradisi, khususnya di Pamahunusa. Budaya Masohi adalah warisan berharga yang mencerminkan jati diri masyarakat Maluku. Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia Wilayah Provinsi Maluku menegaskan bahwa menjaga budaya bukan sekadar tugas, tetapi tanggung jawab bersama untuk:
✅ Mempertahankan kearifan lokal dan tradisi turun-temurun.
✅ Meningkatkan kesadaran serta apresiasi terhadap warisan budaya.
✅ Membangun kebanggaan dan kesadaran akan pentingnya identitas budaya Maluku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mari bersama menjaga dan melestarikan budaya Masohi di Pamahunusa! Hidup Orang Basudara – Potong di kuku rasa di daging, sagu salempeng berbagi rasa, sinole dan sangkola kering bukan masalah, itulah identitas sejati Orang Basudara di Negeri Raja-Raja.
Pesan untuk Perdamaian di Maluku
Terkait peristiwa hukum yang terjadi di beberapa negeri antara basudara di Pamahunusa, kami sebagai generasi muda Maluku mengajak seluruh masyarakat di lokasi kejadian untuk tetap menjaga prinsip Hidup Orang Basudara.
Maluku adalah daerah dengan sumber daya alam yang melimpah. Namun, tanpa persatuan dan kedamaian, potensi ini akan sia-sia. Kita harus bersiap menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul!
- Lepaskan parang dan batu!
- Pakai berang merah, bunyikan tahuri dan tifa damai dari Nusa Ina!
- Berikan anak muda Maluku buku dan pena, mari kita bangun masa depan!
Mari katong baku kele! Untuk Maluku pung bae!
Penulis : Zamroni Syafy Vanath
Editor : Weyber Pagaya








