SAKAMENA NEWS, Maluku – Universitas Pattimura (Unpatti) terus menunjukkan komitmen terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan, khususnya dalam sistem remunerasi dosen. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU), Unpatti telah menerapkan sistem remunerasi berbasis kinerja sejak tahun 2019, sebagai bagian dari upaya mendorong kualitas akademik dan profesionalisme dosen.
Wakil Rektor II Unpatti, Prof. Dr. Pieter Kakisina, menjelaskan bahwa sistem remunerasi di Unpatti sangat bergantung pada laporan beban kerja akademik dosen yang disampaikan secara berkala oleh masing-masing fakultas. “Sistem ini mendorong dosen untuk aktif dan berkontribusi nyata dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi. Prinsip kami jelas: ada poin, ada koin,” ujar Kakisina.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi sistem ini telah dilakukan secara menyeluruh sejak diberlakukan. “Kami selalu membuka ruang diskusi, dan seluruh proses dilakukan secara elektronik, terintegrasi dengan pelaporan beban kerja,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd juga menekankan bahwa sistem remunerasi yang diterapkan merupakan bagian dari reformasi birokrasi kampus yang mendukung budaya kerja berbasis kinerja dan prestasi. “Kami ingin mendorong dosen-dosen Unpatti menjadi produktif, tidak hanya dalam mengajar, tapi juga dalam penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Unpatti juga menunjukkan kinerja positif secara nasional. Dalam dua tahun terakhir, beberapa program studi di Unpatti berhasil meraih akreditasi unggul. Bahkan dalam bidang penelitian, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unpatti mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah proposal hibah riset yang lolos pendanaan nasional.
Tak hanya itu, dosen-dosen Unpatti juga aktif mengikuti konferensi internasional dan menghasilkan publikasi di jurnal bereputasi. “Ini menunjukkan bahwa sistem yang kami bangun memberi ruang apresiasi yang layak bagi para dosen yang bekerja keras,” ujar Kakisina.
Unpatti tetap terbuka untuk masukan dari sivitas akademika guna menyempurnakan sistem yang ada. “Kami selalu terbuka untuk mendengar dan memperbaiki. Tapi mari kita juga saling mendukung agar universitas ini bisa terus maju,” tutup Kakisina.
Dengan langkah-langkah ini, Universitas Pattimura menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, modern, dan berkomitmen membangun sumber daya manusia unggul dari kawasan timur Indonesia.
Penulis : Weyber Pagaya,SH
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








