Korban Serangan KKB di Yahukimo Bertambah Jadi 13 Orang, Evakuasi Terkendala Cuaca

Senin, 14 April 2025 - 15:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Kepolisian dan TNI mengevakuasi penambang emas yang menjadi korban KKB di Papua

Anggota Kepolisian dan TNI mengevakuasi penambang emas yang menjadi korban KKB di Papua

SAKAMENA NEWS, Yahukimo, Papua Pegunungan – Jumlah korban tewas dalam tragedi penyerangan pendulang emas oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo bertambah menjadi 13 orang. Dari total tersebut, 12 jenazah telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi oleh aparat gabungan TNI-Polri.

“Total 13 jenazah telah ditemukan dan 12 jenazah di antaranya telah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi. Rencananya 1 jenazah lagi akan dilakukan evakuasi esok hari dikarenakan cuaca,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Faizal Ramadhani, dikutip dari detikSulsel, Minggu (13/4/2025).

Jenazah para korban ditemukan tersebar di berbagai lokasi, meliputi 2 jenazah di Tanjung Pamali, 5 jenazah di dua titik Kampung Bingki, 3 jenazah di Lokasi 22 pendulangan emas, 1 jenazah di Muara Kum, dan 1 jenazah di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang. Sementara satu jenazah lainnya yang ditemukan di area Lokasi 33 belum dapat dievakuasi karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

“1 jenazah dari area 33 pendulangan emas Yahukimo akan dievakuasi esok hari dikarenakan cuaca,” tambah Faizal.

Tim DVI Polri bersama tim Dokkes telah mengidentifikasi 12 korban. Mereka adalah:

  1. Wawan Tangahu
  2. Suardi Laode
  3. Stenli Humena
  4. Yuda Lesmana
  5. Riki Rahmat
  6. Muhammad Arif
  7. Safaruddin
  8. Abdur Raffi Batu Bara
  9. Stefanus Gisbertu
  10. Zamroni
  11. Ariston Kamma
  12. Rusli

Brigjen Faizal menegaskan bahwa aparat gabungan akan terus memburu para pelaku dan tidak akan mentolerir aksi kejam yang menyasar warga sipil ini.

“Kami tidak akan berhenti bekerja semaksimal mungkin. Para pelaku akan terus kami kejar dan ditindak tegas sesuai hukum. Aksi keji terhadap warga sipil ini tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Baca Juga :  Zamroni Syafy Vanath Ketua DPW PSI Maluku Mari katong Jaga Hidup Orang Basudara Di Pamahunusa dengan Budaya Masohi 

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025, Kombes Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi hoaks.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi dan tetap mengikuti pembaruan resmi dari kami. Mari bersama-sama kita jaga situasi tetap kondusif,” kata Yusuf.

Serangan sadis KKB ini terjadi selama dua hari, sejak Minggu hingga Senin, 6–7 April 2025, di kawasan pendulangan emas sepanjang aliran Sungai Silet, tepatnya di Lokasi 22 dan Muara Kum. Aksi ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap warga sipil di Papua dan menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan.


 

Editor : Weyber Pagaya

Sumber Berita: detikSulsel

Berita Terkait

Timothy Ronald, Kalimasada, dan Misi Mencerdaskan Bangsa yang Melampaui Sekadar Angka dan Kriminalisasi Sepihak
Tuhuleruw Tutup Tambang Pasir Hative Besar, Pemerintah Negeri, Saniri dan PT Prima Jaya Digugat, Sidang Pertama, Ketiga Tergugat Tidak Hadir
DEMO IMM–PMII GUGAT KINERJA KABAG OPS POLRESTA AMBON: KASUS PENUNDAAN EKSEKUSI LAHAN AMAHUSU JADI ATENSI KHUSUS KAPOLDA DAN MABES POLRI
Periksa Dugaan Penyimpangan DD–ADD Hative Besar Mandek, Inspektorat Dinilai Tak Konsisten dengan Pernyataan Sendiri
Skandal “Kepeng” Rp500 Juta Tanpa Bukti: Dua Pengacara Senior AH dan RL Diduga Gelapkan Dana, Mahkamah Agung Ikut Terseret
Berkas Hative Besar Dilimpahkan dari Kejaksaan, Inspektorat Kerja “Gercep” 
Mahasis Asal SBT “Dapa Potong” Ketua LSM Pelopor Maluku Desak Polda Bertindak Cepat “Jangan Tunggu Kami Turun ke Jalan”
Yayasan Jelay Kasih Indonesia Gelar Seminar dan KKR “Maluku Bangkit dan Bersinar bagi Tuhan”, Didukung Penuh Kementerian Agama Kanwil Maluku dan Asosiasi Pendeta Indonesia 

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:33 WIT

Timothy Ronald, Kalimasada, dan Misi Mencerdaskan Bangsa yang Melampaui Sekadar Angka dan Kriminalisasi Sepihak

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:19 WIT

Tuhuleruw Tutup Tambang Pasir Hative Besar, Pemerintah Negeri, Saniri dan PT Prima Jaya Digugat, Sidang Pertama, Ketiga Tergugat Tidak Hadir

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:16 WIT

DEMO IMM–PMII GUGAT KINERJA KABAG OPS POLRESTA AMBON: KASUS PENUNDAAN EKSEKUSI LAHAN AMAHUSU JADI ATENSI KHUSUS KAPOLDA DAN MABES POLRI

Rabu, 10 Desember 2025 - 12:01 WIT

Periksa Dugaan Penyimpangan DD–ADD Hative Besar Mandek, Inspektorat Dinilai Tak Konsisten dengan Pernyataan Sendiri

Jumat, 28 November 2025 - 12:56 WIT

Skandal “Kepeng” Rp500 Juta Tanpa Bukti: Dua Pengacara Senior AH dan RL Diduga Gelapkan Dana, Mahkamah Agung Ikut Terseret

Berita Terbaru