SAKAMENA NEWS, Ambon – Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) Ambon kembali mencatat sejarah penting dalam dunia pendidikan kesehatan di Indonesia Timur. Sebanyak 54 dokter baru resmi dikukuhkan dalam sebuah upacara akademik yang digelar pada Selasa (2/6/2025), sebagai bagian dari kontribusi nyata kampus biru tersebut dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku.

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd dalam sambutannya menekankan bahwa prosesi pengukuhan ini tidak sekadar menandai kelulusan akademik, melainkan juga sebuah panggilan pengabdian bagi masyarakat Maluku, terutama mereka yang berada di daerah-daerah terpencil dan belum terjangkau layanan medis secara optimal.
“Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan layanan kesehatan di wilayah Maluku yang masih menghadapi tantangan distribusi tenaga medis,” ujar Prof. Fredy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberadaan para dokter muda ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan, mengingat distribusi tenaga kesehatan di Maluku selama ini masih belum proporsional.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, turut menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian Unpatti dalam mencetak tenaga medis berkualitas. Ia menggarisbawahi tantangan geografis Maluku yang 94 persen wilayahnya merupakan lautan, sehingga pelayanan kesehatan di kawasan-kawasan terpencil membutuhkan dedikasi ekstra dari para tenaga medis.
“Tanamkan nilai keikhlasan dengan semangat baru, karena kehadiran saudara-saudara sangat dinantikan dan berarti bagi masyarakat,” tegas Lewerissa.
Gubernur juga menegaskan bahwa sektor kesehatan termasuk dalam program prioritas Pemprov Maluku, sebagaimana tertuang dalam Sapta Cita ketiga Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, serta selaras dengan AstaCita keempat yang dicanangkan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Tak lupa, Lewerissa mengingatkan pentingnya pengembangan kapasitas diri bagi para dokter baru, agar mampu mengikuti kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran yang terus berkembang.
“Percuma kita memiliki peralatan kesehatan yang canggih, namun tidak ditunjang dengan kemampuan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikannya,” ujarnya.
Ia juga mendorong para kepala daerah di tingkat kabupaten/kota untuk memanfaatkan keberadaan para dokter baru ini sebagai momentum memperkuat layanan kesehatan di wilayah masing-masing. Namun, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan fasilitas kerja dan kesejahteraan dokter sebagai bagian dari upaya menjaga semangat pengabdian.

Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Bertha Jean Que, Sp.S., M.Kes, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para dokter baru dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama masa pendidikan.
“Nilai kelulusan ini sangat penting karena menentukan kuota penerimaan mahasiswa baru,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang secara konsisten mengirimkan putra-putri daerah untuk dididik di FK Unpatti.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah Provinsi Maluku, Rektor dan para Bupati yang telah memberikan kesempatan dan dukungan kepada para dokter dalam proses pendidikan,” tambahnya.
Dekan menutup sambutannya dengan harapan agar lulusan FK Unpatti ke depan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil di Maluku dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat.
Dengan pengukuhan ini, total lulusan dokter dari Fakultas Kedokteran Unpatti kini mencapai 526 orang, dengan tingkat kelulusan nasional mencapai 94 persen, sebuah prestasi yang menunjukkan mutu pendidikan yang terus berkembang di Unpatti.
Upaya mencetak tenaga medis berkualitas ini diharapkan menjadi bagian integral dari pembangunan kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan di seluruh penjuru Maluku.
Hotumese! Selamat kepada 54 dokter baru lulusan FK Unpatti.
(Sakamena News | Ambon, 3 Juni 2025)
Penulis : Weyber Pagaya,SH
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








