SAKAMENA | Ambon – Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku utama penikaman yang menewaskan siswa SMK Negeri 3 Waiheru, berinisial AP (17), warga Hitu. Pelaku diketahui adalah IS (18), warga Tulehu, Dusun Hurnala, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, yang juga pelajar SMK Negeri 3 Waiheru.
Dalam pengakuannya, IS menikam korban setelah melihat temannya dipukul oleh sejumlah siswa lain. Aksi itu dilakukan secara membabi buta hingga mengenai AP. Penangkapan ini menjadi jawaban atas teka-teki yang sebelumnya memicu konflik besar antara warga Hitu dan Hunuth yang mengakibatkan puluhan rumah warga dibakar dan ratusan orang mengungsi.
Namun, meski pelaku penikaman sudah ditangkap, publik kini mendesak aparat kepolisian agar tidak berhenti hanya di kasus ini. Tuntutan muncul agar para pelaku pembakaran rumah, bengkel, hingga Kantor Desa Hunuth juga ditangkap dan diproses hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau pelaku penikaman bisa cepat ditangkap, pelaku pembakaran Katong pung warga pung rumah-rumah di Hunut juga harus ditangkap, yang bakar rumah-rumah kemarin itu banyak orang, dong pung muka-muka ada banyak di video tu, jadi Jang cuma pelaku penikaman saja, pihak yang bakar ini juga perlu ditangkap dan diproses,” tegas seorang tokoh masyarakat Hunut di Ambon.
Akibat salah sasaran amarah massa, sebanyak 24 rumah warga Hunuth/Durian Patah hangus terbakar. Kerugian materi besar menimpa warga yang sama sekali tidak terlibat, memaksa 59 kepala keluarga atau 236 jiwa mengungsi ke sejumlah lokasi, yakni Kantor Desa Poka, Kantor Desa Nania, dan Kantor Desa Negeri Lama.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, didampingi Wakil Gubernur Abdullah Vanath, langsung meninjau korban terdampak di lokasi pengungsian. Gubernur menyampaikan duka dan memastikan komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan dan bantuan.
“Sebagai Gubernur, beta seng menghendaki basudara semua tinggal di tempat pengungsian. Namun pemerintah akan berupaya memberikan yang terbaik, dan melakukan penanganan yang terbaik bagi basudara semua,” ujarnya.
Hendrik menegaskan, pemerintah akan mengupayakan renovasi rumah-rumah warga yang terbakar serta menjamin keamanan masyarakat.
“Pemerintah juga akan memberikan rasa aman. Dan sebagai pribadi, beta juga turut merasakan apa yang basudara semua rasakan,” tambahnya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada pemerintah.
“Tetap kuat, bertekun dalam doa, dan jangan melakukan hal-hal yang menimbulkan kerugian di tengah masyarakat,” imbaunya.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon yang sigap membantu pengungsi.
“Kami berterima kasih kepada Pemkot yang sigap membantu para pengungsi, baik dalam mengirimkan tenaga medis maupun kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh para pengungsi,” ucapnya.
Hingga kini aparat keamanan masih berjaga di kawasan Hunuth dan Hitu untuk mencegah bentrokan susulan. Publik menunggu keseriusan aparat dalam menindak tegas bukan hanya pelaku penikaman, tetapi juga para pelaku perusakan dan pembakaran rumah agar keadilan benar-benar ditegakkan.
Penulis : Weyber Pagaya,SH
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








