SAKAMENA | AMBON – Kasus penikaman yang menewaskan siswa SMK Negeri 3 Waiheru, berinisial AP (17), warga Hitu, akhirnya terungkap. Pelaku adalah IS (18), alias Indra, warga Tulehu, Dusun Hurnala, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, yang juga pelajar SMK Negeri 3 Waiheru.
Namun sebelum pelaku ditangkap, kabar simpang siur yang beredar di tengah masyarakat sempat menyebut bahwa pelaku berasal dari Hunut. Informasi keliru inilah yang memicu amarah warga Hitu dan menyerang Hunut secara membabi buta pada Selasa (19/8/2025).
Dalam kericuhan tersebut, sejumlah rumah, bengkel, dan bahkan Kantor Desa Hunut hangus terbakar. Warga Hunuth mengalami kerugian materil yang cukup besar, padahal warga mereka tidak terlibat dalam penikaman. Blokade jalan dan aksi saling serang sempat melumpuhkan aktivitas warga di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, dengan tertangkapnya pelaku yang ternyata berasal dari Tulehu, polisi menegaskan bahwa peristiwa penyerangan ke Hunut merupakan akibat salah sasaran. Kapolresta Pulau Ambon meminta masyarakat menghentikan aksi balasan.
“Pelaku sudah ditangkap, jadi tidak ada lagi alasan untuk melakukan kekerasan. Mari kita jaga situasi agar tetap kondusif,” ujarnya.
Sejumlah warga Hunuth menyampaikan kesedihan atas kerugian yang dialami.
“Katong seng tau apa-apa, tiba-tiba rumah dapa bakar. Ini salah sasaran, anak-anak disini seng tau jahat-jahat” ungkap seorang warga Hunuth.
Pemerintah Kota Ambon bersama aparat keamanan mengimbau warga Hitu dan Hunuth agar menahan diri, serta mengembalikan situasi pada jalur damai.
Penulis : Weyber Pagaya,SH
Editor : Tim Redaksi Sakamena News








